London, Jurnas.com - Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, melontarkan kritik terhadap keputusan wasit dalam pertandingan melawan Arsenal di Anfield, pada Minggu (1/11) malam WIB. Ia menilai The Reds seharusnya mendapatkan hadiah penalti setelah terjadi dua insiden yang melibatkan Alexander Isak dan Cody Gakpo di kotak terlarang.
Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Iraola secara khusus menyoroti insiden yang dialami Isak pada babak pertama. Menurutnya, pemain Liverpool tersebut mendapat tarikan pada bagian baju ketika hendak menyambut bola di depan gawang Arsenal.
Iraola menilai tindakan tersebut cukup jelas untuk dianggap sebagai pelanggaran. Ia juga mempertanyakan alasan wasit tidak memberikan penalti, terutama karena Isak tidak sampai terjatuh setelah mendapat tarikan.
“Saya pikir ada dua situasi dan keduanya sedikit berkaitan. Menurut saya, insiden Alexander Isak merupakan penalti yang jelas. Dia akan menyundul bola di depan gawang dan mereka menariknya, sesuatu yang bisa dilihat semua orang dari bajunya,” kata Iraola dikutip dari laman resmi klub pada Selasa (3/11).
Ia menilai Isak tidak harus terjatuh untuk membuktikan bahwa dirinya mengalami pelanggaran. Sebab, tarikan tersebut dinilai sudah cukup mengganggu kesempatan sang pemain untuk menyambut bola.
Iraola Bandingkan Insiden Isak dan Gakpo
Selain insiden Isak, Iraola juga menyinggung kejadian yang melibatkan Cody Gakpo. Ia mengakui terdapat perbedaan situasi dalam kedua insiden tersebut, tetapi menilai keputusan wasit perlu diterapkan secara konsisten.
Dalam pandangannya, Gakpo memang mengalami tarikan yang cukup lama. Namun, ia memahami argumen bahwa bola sudah terlalu jauh sehingga pemain asal Belanda tersebut kemungkinan tidak akan mampu menjangkaunya.
Meski demikian, Iraola mempertanyakan konsistensi alasan tersebut jika dibandingkan dengan insiden Isak.
“Menurut saya, insiden Cody Gakpo merupakan tarikan yang berlangsung cukup lama. Namun, saya memahami argumen bahwa bola sudah terlalu jauh dan Cody tidak akan bisa menjangkaunya. Tetapi, dengan begitu, pada dasarnya Anda mengakui bahwa insiden pertama merupakan penalti, bukan? Jadi, Anda tidak bisa menggunakan argumen tersebut dengan cara berbeda untuk kedua situasi. Menurut saya, insiden Alex adalah penalti,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan kekecewaan Iraola terhadap keputusan pengadil lapangan. Ia menilai insiden Isak merupakan situasi yang seharusnya mendapatkan perhatian lebih serius dari wasit.
Iraola Tak Ingin Liverpool Terlalu Lama Mempermasalahkan Wasit
Meski menyampaikan keberatannya, Iraola tidak ingin Liverpool menghabiskan terlalu banyak waktu membahas keputusan pengadil pertandingan. Ia menegaskan bahwa timnya tetap harus mengevaluasi aspek permainan yang masih perlu diperbaiki.
Menurutnya, keputusan-keputusan kecil sering kali menentukan hasil pertandingan dengan persaingan ketat. Ia bahkan mengaitkan situasi tersebut dengan kekalahan Liverpool dari Manchester City, termasuk insiden kartu kuning pertama yang diterima Ryan Gravenberch.
“Hal-hal kecil dalam pertandingan seperti ini sangat penting karena setiap detail memiliki pengaruh. Sejauh ini, situasi tersebut belum berpihak kepada kami musim ini, tetapi kita lihat saja. Musim masih panjang dan mungkin pada pertandingan berikutnya keberuntungan akan berpihak kepada kami,” kata Iraola.
Awal Pertandingan Liverpool Juga Jadi Evaluasi
Di luar keputusan wasit, Iraola mengakui Liverpool perlu memperbaiki penampilan pada awal pertandingan. Ia menilai timnya belum menunjukkan intensitas yang tepat sebelum kebobolan gol Kai Havertz pada menit ke-16.
Namun, ia mengapresiasi respons para pemain setelah tertinggal. Liverpool mampu meningkatkan tekanan dan menciptakan sejumlah peluang, termasuk tembakan Florian Wirtz yang membentur mistar serta sundulan Alexis Mac Allister.
Iraola juga menilai timnya memiliki cukup banyak kesempatan di dalam kotak penalti, tetapi gagal menyelesaikannya dengan baik.
Pada babak kedua, Liverpool mencoba menambah variasi serangan dengan memasukkan Rio Ngumoha dan Victor Munoz, serta memainkan Dom Szoboszlai. Namun, upaya tersebut belum mampu menghasilkan gol.
Iraola mengakui Arsenal tampil solid dalam bertahan, terutama pada paruh kedua pertandingan. Ia pun meminta Liverpool lebih fokus memperbaiki penyelesaian akhir dan detail permainan agar tidak kembali kehilangan momentum dalam pertandingan-pertandingan ketat.






