Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 3 November, dunia memperingati Hari Internasional Cagar Biosfer (International Day for Biosphere Reserves).
Peringatan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali komitmen global dalam menjaga keseimbangan antara konservasi keanekaragaman hayati dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Cagar biosfer bukan sekadar kawasan perlindungan alam, melainkan laboratorium hidup di mana manusia dan alam belajar untuk saling mendukung secara harmonis.
Peringatan Hari Internasional Cagar Biosfer terbilang masih cukup muda jika dibandingkan dengan peringatan lingkungan hidup lainnya. Penetapan hari ini berawal dari Sidang Umum UNESCO ke-41 pada tahun 2021.
Melalui keputusan tersebut, Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) meresmikan tanggal 3 November sebagai Hari Internasional Cagar Biosfer. Peringatan ini pertama kali dirayakan secara global pada tahun 2022.
Tujuan utama penetapan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia mengenai pentingnya cagar biosfer sebagai solusi konkret dalam menghadapi krisis iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan tantangan pembangunan sosial-ekonomi.
Konsep Cagar Biosfer sendiri telah digagas oleh UNESCO sejak tahun 1971 melalui program Man and the Biosphere (MAB). Program ini merancang suatu kawasan ekosistem daratan, pesisir, atau laut yang diakui secara internasional untuk mempromosikan solusi yang mengintegrasikan konservasi keanekaragaman hayati dengan pemanfaatannya secara berkelanjutan.
Hingga saat ini, Jaringan Cagar Biosfer Dunia (World Network of Biosphere Reserves) telah mencakup ratusan kawasan yang tersebar di berbagai negara. Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki kontribusi aktif dalam jaringan global ini.
Indonesia memiliki puluhan cagar biosfer yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Taman Nasional Gunung Leuser di Sumatra, Cibodas di Jawa Barat, Komodo di Nusa Tenggara Timur, hingga Wakatobi di Sulawesi Tenggara. Kawasan-kawasan ini menjadi benteng penting bagi perlindungan flora dan fauna endemik sekaligus menyokong kehidupan masyarakat sekitar secara aman dan lestari.
Melalui perayaan Hari Internasional Cagar Biosfer setiap 3 November, masyarakat diimbau untuk semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan dan mendukung keberlanjutan ekosistem demi generasi mendatang.





