London, Jurnas.com - Perburuan talenta muda paling potensial di sepak bola Eropa kian memanas setelah bintang akademi Manchester United (MU), JJ Gabriel, dilaporkan menolak penawaran resmi dari Paris Saint-Germain (PSG). Penolakan ini melapangkan jalan bagi Real Madrid sebagai kandidat terdepan untuk mengamankan tanda tangan wonderkid MU tersebut.
Gelandang serang berbakat ini menarik perhatian sejumlah klub raksasa Eropa sejak mengajukan permohonan resmi untuk meninggalkan Old Trafford pada September lalu. Gabriel secara terbuka menyampaikan preferensinya untuk melanjutkan karier di La Liga bersama Los Blancos.
Sebelumnya, PSG berupaya keras meyakinkan Gabriel dan sang agen, Ali Barat, dengan meningkatkan nilai proposal finansial maupun proyek olahraga. Pelatih PSG, Luis Enrique, bahkan disiapkan untuk memberikan ruang perkembangan bagi pemain muda tersebut. Namun, Gabriel dan perwakilannya secara tegas menyampaikan bahwa pendirian mereka tidak berubah.
Keinginan kuat Gabriel untuk merumput di La Liga membuat klub besar lain seperti Barcelona dan Bayern Munich memilih mundur dari persaingan akibat tingginya paket finansial yang dibahas, sebagaimana dikutip dari Sports Mole pada Sabtu (31/10).
Saat ini, El Real siap berkomitmen mengalokasikan paket bernilai lebih dari €10 juta untuk kontrak berdurasi tiga tahun. Angka tersebut mencakup pemenuhan tuntutan finansial dan jaminan pengembangan karier yang diminta oleh pihak pemain.
Alasan Frustrasi di Manchester United
Kekecewaan pemain kelahiran Inggris ini dipicu oleh ketidaksepakatan terkait jalur pengembangan serta minimnya jaminan kesempatan di tim utama di bawah arahan manajer Michael Carrick.
Gabriel sempat meminta kepastian menit bermain dalam pertandingan tim utama pada awal musim ini, namun manajemen Setan Merah tidak menyetujui tuntutan tersebut.
Padahal, Gabriel mencatatkan rekor impresif bersama tim U-18 Manchester United dengan mencetak 29 gol dari 32 penampilan sebelum sempat dipanggil ke skuad senior pada masa pra-musim.
Jika proses kepindahan terealisasi pada Januari 2027 mendatang melalui pengecualian regulasi paspor Eropa, MU berisiko kehilangan aset berharganya, dan hanya berhak menerima kompensasi pelatihan relatif kecil sebesar £350.000.





