Jakarta, Jurnas.com - Hujan deras yang mengguyur Jalur Gaza menyebabkan sejumlah tempat penampungan pengungsi terendam banjir. Kondisi ini menempatkan keluarga-keluarga Palestina yang tinggal di kawasan rawan banjir dan bangunan rusak dalam risiko langsung, terutama ketika cuaca semakin memburuk.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) memperingatkan situasi tersebut pada Sabtu. Lembaga itu menyebut sebagian besar dari sekitar 2,1 juta penduduk Gaza masih mengungsi dan banyak di antaranya tinggal di tenda-tenda yang kondisinya terus memburuk.
Tenda-tenda tersebut hanya memberikan perlindungan terbatas dari hujan dan cuaca buruk. Akibatnya, keluarga pengungsi yang tinggal di lokasi rawan banjir maupun bangunan yang telah rusak menghadapi ancaman langsung ketika hujan deras melanda.
"Kami sangat prihatin terhadap keluarga-keluarga yang telah terdampak maupun mereka yang paling rentan menghadapi kondisi cuaca yang semakin memburuk," kata OCHA dalam pernyataan yang disampaikan melalui platform X.
Organisasi-organisasi kemanusiaan telah mengerahkan bantuan darurat untuk mendistribusikan kebutuhan mendesak dan membantu keluarga terdampak. Namun, persediaan bantuan yang tersedia dinilai belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan di lapangan.
OCHA menyebut kekurangan pendanaan selama berbulan-bulan serta berbagai pembatasan telah menghambat persiapan menghadapi kondisi cuaca buruk.
Menghadapi situasi tersebut, OCHA mendesak agar pasokan kebutuhan musim dingin segera diizinkan masuk ke Jalur Gaza. Bantuan yang dibutuhkan tidak hanya mencakup perlengkapan untuk melindungi pengungsi dari cuaca dingin, tetapi juga peralatan pendukung operasional kemanusiaan.
OCHA secara khusus meminta masuknya alat berat, oli mesin, serta suku cadang. Perlengkapan tersebut diperlukan agar kendaraan kemanusiaan dan generator tetap dapat beroperasi untuk mendukung penyaluran bantuan.
Ketersediaan kendaraan dan generator menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran operasi bantuan di tengah kondisi darurat. Namun, keterbatasan persediaan dan hambatan persiapan membuat organisasi kemanusiaan menghadapi kesulitan dalam merespons kebutuhan warga.
Selain mendesak kelancaran masuknya bantuan musim dingin, OCHA juga meminta tambahan pendanaan untuk memperkuat operasi kemanusiaan di Gaza.
"Pendanaan kemanusiaan tambahan sangat mendesak," tegas lembaga tersebut.
Peringatan OCHA menyoroti kerentanan jutaan warga Gaza yang masih hidup dalam pengungsian. Ketika hujan deras mulai merendam tempat penampungan, keterbatasan tenda, persediaan bantuan, dan dukungan operasional semakin memperberat kondisi keluarga yang kehilangan tempat tinggal. (*)
Sumber: Anadolu









