News

Ilmuwan Sukses Uji Coba Robot 'Tukang Bangunan' Luar Angkasa

Sekelompok Ilmuwan dari peneliti Caltech berhasil melakukan uji coba robot 'tukang bangunan' luar angkasa tanpa bantuan astronot.
Ilustrasi robot otonom di luar angkasa (Foto: Phys)

Washington, Jurnas.com - Sekelompok peneliti Caltech untuk pertama kalinya berhasil melakukan uji coba membangun sebuah struktur di luar angkasa menggunakan robot otonom, tanpa bantuan astronot.

Robot 'tukang bangunan' ini merupakan bagian dari program Novel Orbital and Moon Manufacturing, Materials, and Mass-efficient Design (NOM4D) milik DARPA, sebagaimana dikutip dari Phys pada Sabtu (7/11).

Di dalamnya, terdiri dari manipulator otonom yang mengambil penyangga dan sambungan yang disimpan di dispenser terdekat untuk berulang kali merakit bagian-bagian identik, atau ruang, dari rangka perimeter.

"Ini adalah pertama kalinya sebuah struktur dibangun secara otonom di luar angkasa," kata Sergio Pellegrino, ketua tim demonstrasi Autonomous In-Space Tensioned Reflector Assembly (ASTRA) milik Caltech.

Adapun ASTRA merupakan sebuah robot pembangun yang telah menghabiskan enam bulan terakhir di luar angkasa, berupaya membangun antena reflektor berdiameter 1,4 meter dari tabung serat komposit, sambungan aluminium, dan permukaan reflektif Kapton.

Menurut DARPA, perakitan robot otonom ini mirip dengan menyusun struktur K'Nex atau Tinkertoy berteknologi tinggi. Namun, proses otomatisasi pembangunan di luar angkasa bukanlah hal yang mudah.

Meskipun tim tersebut menghadapi keterbatasan waktu dan hanya mampu membangun bagian awal antena, demonstrasi menunjukkan kelayakan konsep perakitan yang diusulkan, yang dapat diskalakan ke rangka perimeter yang sangat besar yang menahan permukaan reflektif raksasa.

Fase Ketiga Proyek DARPA

Demonstrasi di luar angkasa ini merupakan fase ketiga dari proyek DARPA. Pada dua fase pertama, tim ASTRA mengembangkan konsep dan metodologi desain, kemudian menunjukkan bahwa konsep tersebut berhasil dalam pengaturan laboratorium di Bumi. Muatan luar angkasa tersebut diselesaikan, diuji, dan dikirim ke penerima muatan, Momentus Inc., dalam waktu kurang dari 12 bulan.

"Mengembangkan muatan dengan kompleksitas seperti ini dalam jangka waktu yang sangat singkat merupakan pekerjaan yang sangat besar bagi tim kecil kami," ujar Pellegrino.

"Saat kami menyelesaikan misi ini, kami akhirnya dapat mulai memikirkan jalan penelitian baru yang dibuka oleh demonstrasi ini," dia menambahkan.

Jika robot hasil uji coba ini diterapkan pada suatu hari nanti, maka dapat digunakan sebagai cermin raksasa untuk teleskop luar angkasa canggih, yang memungkinkan para astronom untuk mengamati objek yang semakin jauh, atau guna membentuk bukaan antena frekuensi radio berukuran besar.