News

Empat Negara Arab Kecam Serangan Rudal Houthi ke Madinah

Empat negara Arab, yakni Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Yordania, mengecam upaya kelompok Houthi meluncurkan rudal balistik ke wilayah Madinah, Arab Saudi
kelompok Houthi berupaya meluncurkan rudal balistik ke wilayah Madinah, Arab Saudi (Foto: Anadolu)

Jakarta, Jurnas.com - Empat negara Arab, yakni Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Yordania, mengecam upaya kelompok Houthi meluncurkan rudal balistik ke wilayah Madinah, Arab Saudi. Mereka menyatakan solidaritas penuh kepada Riyadh dan menilai tindakan tersebut sebagai ancaman terhadap kedaulatan Saudi serta keselamatan warga sipil.

Kecaman itu disampaikan pada Kamis setelah koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang diluncurkan dari Yaman menuju wilayah Madinah. Koalisi tersebut juga melaporkan keberhasilan menjatuhkan sebuah drone Houthi di Provinsi Timur Arab Saudi.

Kementerian Luar Negeri Qatar menyebut upaya serangan ke Madinah sebagai “provokasi terang-terangan terhadap umat Islam dan tindakan ceroboh yang mengabaikan nyawa warga sipil”. Qatar juga menilai tindakan tersebut melanggar kedaulatan Arab Saudi dan hukum internasional.

Doha menegaskan dukungan penuh kepada Riyadh, termasuk terhadap seluruh langkah yang dinilai sah untuk menjaga kedaulatan, keamanan, keutuhan wilayah, dan kepentingan Arab Saudi.

Kuwait turut menyampaikan penolakan keras terhadap serangan berulang yang dikaitkan dengan kelompok Houthi. Kementerian Luar Negeri Kuwait menyebut tindakan itu sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Arab Saudi, hukum internasional, dan hukum humaniter internasional”.

Kuwait juga menegaskan dukungannya terhadap langkah-langkah yang diambil Arab Saudi untuk melindungi wilayah, keamanan, serta keselamatan warga negara dan penduduknya.

Sementara itu, Bahrain menyoroti lokasi yang menjadi sasaran dugaan serangan. Kementerian Luar Negeri Bahrain menyatakan penargetan wilayah Madinah bukan hanya membahayakan warga sipil dan pengunjung Masjid Nabawi, tetapi juga mencederai kesucian tempat-tempat suci umat Islam.

Bahrain kembali mendesak Dewan Keamanan PBB mengambil langkah tegas dan memberikan efek jera untuk menghentikan serangan Houthi yang berulang. Negara itu juga meminta agar tempat-tempat suci dan objek sipil tidak dijadikan sasaran serta pihak yang bertanggung jawab, termasuk para pendukungnya, dimintai pertanggungjawaban.

Yordania menyampaikan kecaman serupa. Amman menilai upaya penargetan wilayah Madinah menggunakan rudal balistik sebagai tindakan yang melukai perasaan umat Islam, melanggar kedaulatan Arab Saudi, serta mengancam keamanan dan stabilitas kerajaan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Yordania menegaskan solidaritas penuh kepada Arab Saudi dan mendukung seluruh langkah yang ditempuh Riyadh untuk menjaga keamanan, stabilitas, kedaulatan, serta keselamatan warga negara dan penduduknya.

Di sisi lain, kelompok Houthi membantah tuduhan bahwa mereka menargetkan wilayah Madinah. Bantahan tersebut muncul setelah koalisi pimpinan Saudi mengumumkan keberhasilan mencegat rudal balistik yang disebut diluncurkan dari Yaman.

Yaman telah dilanda perang saudara sejak kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah wilayah lain pada September 2014. Sejak Maret 2015, koalisi Arab pimpinan Arab Saudi mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Dalam beberapa pekan terakhir, pertempuran dilaporkan meningkat. Kelompok Houthi disebut berulang kali meluncurkan serangan rudal dan drone ke wilayah Arab Saudi. (*)

Sumber: Anadolu