Jakarta, Jurnas.com - Pembukaan perdagangan pada akhir pekan, Jumat (6/11/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka terkoreksi alias bergerak merosot di zona merah.
Pagi ini, IHSG dibuka terkoreksi alias merosot 1,48 persen ke level 4.955. Semenit berjalan, IHSG melanjutkan pelemahan 1,40 persen ke level 4.960.
Pada perdagangan pagi ini terdapat 86 saham di zona hijau, 465 melemah dan 412 lainnya stagnan.
Transaksi awal menyentuh Rp513 miliar, dengan volume 2,1 miliar lembar saham.
Kumpulan saham unggulan dalam Indeks LQ45 turun 1,16 persen ke 507 dan indeks berbasis syariah dalam JII turun 2 persen ke 284.
Untuk indeks sektoral semua kompak berada di zona merah seperti energi, konsumer non siklikal, konsumer siklikal, bahan baku, transportasi, industri, kesehatan, keuangan, infrastruktur, properti, teknologi.
Tiga saham yang memimpin top gainers alias yang harganya naik meski indeks sedang terkoreksi antara lain PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK), PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS), dan PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA).
Sedangkan berikut ini jajaran top losers alias saham yang merosot harga dan menjadi pemberat untuk bursa dihuni oleh PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI), PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS) dan PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM).





