News

Total 1,3 Juta Siswa SMA Sederajat Ikuti TKA Gelombang 2

Total 1,3 juta siswa SMA sederajat mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) gelombang kedua yang digelar Kemendikdasmen
Wamendikdasmen Atip Latipulhayat dan Kepala BKPDM Kemendikdasmen, Toni Toharudin (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Tercatat total 1,3 juta siswa SMA sederajat mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) gelombang kedua yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dengan asesmen mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pelaksanaan dilakukan melalui moda daring dan semi daring di satuan pendidikan yang telah ditetapkan.

Dalam kunjungannya ke Posko TKA, Wakil Menteri Pendidikan Dasar (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat memberikan arahan mengenai sejumlah tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan asesmen, mulai dari aspek teknis, kesiapan infrastruktur, koordinasi antarpihak, hingga pengawasan untuk menjaga integritas pelaksanaan TKA.

Dia menekankan pentingnya respons cepat dan koordinasi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta satuan pendidikan dalam mengatasi berbagai kendala yang muncul.

Wamen Atip juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas teknis, khususnya untuk mendukung pelaksanaan TKA di sekolah-sekolah yang berada di wilayah kepulauan dengan tantangan geografis tersendiri. 

"Ke depan, kapasitas teknis dan dukungan pelaksanaan TKA perlu terus ditingkatkan, terutama untuk menjangkau sekolah-sekolah yang berada di wilayah kepulauan, seperti di Provinsi Kepulauan Riau. Dengan kondisi geografis yang terdiri atas ratusan pulau, tentu diperlukan kesiapan dan dukungan teknis yang lebih optimal agar seluruh satuan pendidikan dapat melaksanakan TKA dengan baik," kata Wamen Atip di Jakarta pada Senin (2/11).

Posko TKA menjadi salah satu instrumen penting dalam memantau pelaksanaan asesmen secara berkala, mengidentifikasi kendala, serta mengoordinasikan langkah penanganan bersama pihak-pihak terkait. Melalui posko ini, berbagai laporan dari daerah dapat dihimpun dan ditindaklanjuti sesuai dengan kebutuhan serta ketentuan yang berlaku.

Kemendikdasmen terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan TKA Gelombang 2. Berdasarkan hasil pemantauan sementara, secara umum pelaksanaan hari pertama berlangsung dengan lancar. Tim pemantauan juga terus mengantisipasi potensi kendala teknis serta mencegah terjadinya pelanggaran yang dapat mengganggu kelancaran dan integritas pelaksanaan asesmen.

Junjung Tinggi Kejujuran dan Percaya Kemampuan

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin, mengajak seluruh murid untuk mengikuti TKA dengan menjunjung tinggi kejujuran dan semangat positif.

“Kami mengajak seluruh murid untuk mengikuti TKA dengan jujur dan gembira. Kerjakan soal secara mandiri, percaya pada kemampuan diri sendiri, dan jadikan hasilnya sebagai bahan refleksi untuk terus belajar dan berkembang. TKA bukan sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan kesempatan untuk mengenali capaian belajar masing-masing,” ujar Toni.

Kemendikdasmen menekankan bahwa TKA bukan merupakan asesmen yang wajib diikuti oleh seluruh murid dan tidak menjadi penentu kelulusan. TKA diselenggarakan untuk memperoleh informasi mengenai capaian akademik murid yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan evaluasi dan perbaikan pembelajaran.

Hasil TKA diharapkan dapat memberikan gambaran capaian akademik murid secara objektif. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh satuan pendidikan, pendidik, dan orang tua untuk memahami kebutuhan belajar murid serta merumuskan langkah perbaikan pembelajaran.