https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Indonesia Kembali Berduka Akibat Peledakan Bom di Gereja Katedral Makassar

Aliyudin Sofyan | Minggu, 28/03/2021 19:06 WIB



Meledakkan bom di rumah-rumah ibadah jelas bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan agama apapun. Wakil Ketua MPR, Ahmad Basarah. (Foto: MPR)

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah mengatakan bangsa Indonesia kembali berduka akibat peledakan bom di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, yang terjadi Minggu (28/3/2021) pagi dan mengakibatkan satu orang tewas dan 14 orang luka-luka.

Dia menegaskan, peledakan dan perusakan rumah-rumah ibadah bukanlah cara beradab untuk menyatakan kepentingan politik apa pun oleh siapa pun.

‘’Saya menyatakan duka cita sedalam-dalamnya. Pelaku peledakan bom ini sampai sekarang memang belum diidentifikasi oleh polisi. Tapi, jika dia pelaku politik, saya ingatkan bahwa meledakkan bom di rumah-rumah ibadah jelas bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan agama apapun. Jika dia bagian dari terorisme yang selama ini dikaitkan dengan kalangan Islam garis keras, saya juga mengingatkan Islam melarang keras peledakan rumah-rumah ibadah dan pembunuhan umat beragama lainnya’’ tegas Ahmad Basarah, Minggu, merespon aksi pemboman di Gereja Katedral Makassar itu.

Baca juga :
Lestari Moerdijat: Bangun Ekosistem Literasi dengan Langkah Nyata

Media massa memberitakan bahwa sebuah aksi peledakan bom yang diduga bom bunuh diri kembali terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu sekitar pukul 10.20 WITA. Bom bunuh diri ini diduga dilakukan dua orang. Salah satu pelaku tewas di tempat, 14 jamaat di sana mengalami luka-luka.

Peledakan bom bunuh diri di rumah ibadah ini bukan kasus pertama. Sejumlah rentetan kasus serupa terjadi di Indonesia, diawali dengan kasus bom bunuh diri di Bali pada 12 Oktober 2002 yang menewaskan 202 orang.

Baca juga :
MPR Dorong Nasionalisme Generasi Muda Lewat LKBB-PB NTB 2026 di Mataram

Setahun berikutnya, bom bunuh diri meledak di hotel JW Marriot, Kuningan, Jakarta Selatan, pada 5 Agustus 2003, menewaskan 14 orang termasuk pelaku.

Aksi bom bunuh diri serupa terjadi lagi di depan gedung Kedutaan Besar Australia di Jakarta pada 9 September 2004, menewaskan sembilan orang dan melukai lebih dari 180 lainnya. Bom Bali II terjadi pada pada 1 Oktober 2005, menewaskan 23 korban jiwa.

Baca juga :
Eddy Soeparno Hormati SMAN 1 Pontianak, Tegaskan Tak Boleh Ada Intimidasi

Terakhir,  bom bunuh diri dilakukan di sebuah gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/05/2018), dilakukan oleh satu keluarga, seorang suami istri yang membawa dua anaknya. Ibu dan dua anaknya berupaya masuk GKI di jalan Diponegoro, Surabaya, sebelum kemudian ketiganya meledakkan diri di halaman gereja.

Demikian berbahayanya aksi bom bunuh diri, Ahmad Basarah mendukung penuh gerak cepat Kapolri, Densus 88, serta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Indonesia (BNPT) untuk mengambil langkah extra ordinary dalam menangani kasus terorisme ini.

Ahmad Basarah meminta agar Polri dan BNPT meningkatkan kemampuan deteksi dini dalam mencium gelagat terorisme seraya menindak tegas semua pelaku dan jaringan terorisme sampai ke akar-akarnya.

‘’Jika pihak keamanan berhasil membongkar kasus ini lalu jelas siapa pelaku tindakan biadab itu, masyarakat akan tenang dan tidak akan saling curiga satu sama lain. Pasal 1 Angka 2 UU Terorisme jelas mengingatkan bahwa terorisme sangat berbahaya karena dapat menimbulkan suasana teror yang meluas dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan lainnya,’’ tegas Ahmad Basarah.

Ahmad Basarah mengingatkan, bangsa Indonesia tidak boleh kalah melawan terorisme dalam bentuk apa pun. Benteng ideologi bangsa Indonesia sangat kuat karena sila-sila dalam Pancasila jelas berlawanan dengan ideologi kekerasan yang ditebar oleh para teroris itu.

‘’Terorisme tidak berkaitan dengan agama apa pun karena semua agama pasti mengajarkan kebaikan. Karena itu, saya berharap setiap orang bisa memisahkan antara ajaran agama dengan perbuatan orang per orang yang mengatasnamakan agama yang mereka anut,’’ jelas Ahmad Basarah.

Sebagai penutup, Ahmad Basarah juga mengingatkan agar seluruh lapisan masyarakat bersikap tenang dan tidak terpancing oleh berita yang simpang siur tentang ledakan bom di Gereja Katedral Makassar itu.

Berita hoaks banyak tersebar di media sosial dan karena itu dia minta semua elemen masyarakat mempercayakan semua penyelidikan kasus ini pada pihak kepolisian.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Ahmad Basarah Bom Bunuh Diri Gereja

Terpopuler

Rabu, 08/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Spanyol vs Belgia

Kamis, 09/07/2026 03:03 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Argentina vs Swiss

Rabu, 08/07/2026 13:30 WIB
Olahraga

MU Incar Tchouameni, Madrid Pasang Harga Rp2,1 Triliun

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777