https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ilmuwan Temukan Cara Baru Melemahkan El Nino

Agus Mughni | Jum'at, 10/07/2026 19:05 WIB



Dalam simulasi iklim, metode ini mampu menurunkan suhu Samudra Pasifik bagian tengah lebih dari 1,7 derajat Celsius saat El Nino ekstrem 2015-2016 Fenomena El Nino (Foto: Live Science)

Jakarta, Jurnas.com - El Nino selama ini dikenal sebagai salah satu fenomena iklim paling merusak di dunia karena memicu kekeringan, kebakaran hutan, hingga gagal panen di berbagai negara.

Namun, penelitian terbaru menemukan cara yang tidak biasa untuk melemahkan fenomena tersebut, yakni dengan membuat awan di atas Samudra Pasifik menjadi lebih cerah.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances menunjukkan bahwa penyemprotan partikel garam laut berukuran sangat kecil ke awan rendah di tenggara Samudra Pasifik berpotensi mengurangi kekuatan El Nino secara signifikan.

Baca juga :
Amazon Kekeringan, Ilmuwan Ungkap Dampaknya Bisa Ubah Kimia Atmosfer Bumi

Dikutip dari Earth, tim peneliti menemukan bahwa partikel garam tersebut membuat awan memantulkan lebih banyak sinar Matahari sehingga suhu permukaan laut di bawahnya menjadi lebih dingin.

Dalam simulasi iklim, metode ini mampu menurunkan suhu Samudra Pasifik bagian tengah lebih dari 1,7 derajat Celsius saat El Nino ekstrem 2015-2016. Pendinginan tersebut hampir sepenuhnya menghilangkan karakteristik El Nino yang saat itu menjadi salah satu yang terkuat dalam sejarah.

Baca juga :
Wamen LH Ingatkan Kepala Daerah Waspadai Kebakaran TPA selama El Nino

Para peneliti menjelaskan bahwa El Nino berkembang melalui siklus saling menguatkan antara suhu laut yang menghangat dan melemahnya angin pasat. Pendinginan permukaan laut akibat awan yang lebih cerah mampu memutus siklus tersebut sehingga perkembangan El Nino melemah.

Menariknya, penelitian ini menunjukkan intervensi tidak perlu dilakukan selama bertahun-tahun seperti konsep geoengineering untuk mendinginkan Bumi. Upaya tersebut cukup dilakukan selama beberapa bulan ketika El Nino mulai berkembang.

Baca juga :
Komisi IV Dorong Mitigasi Pangan Sejak Dini Hadapi Dampak El Nino

Namun, para ilmuwan juga mengingatkan bahwa metode tersebut bukan tanpa risiko.

Dalam sejumlah simulasi, El Nino yang berhasil dilemahkan justru diikuti kemunculan La Niña lebih cepat dan pada beberapa kasus memiliki intensitas lebih kuat.

Selain itu, perubahan iklim regional juga tidak terjadi secara merata. Sebagian wilayah memang mengalami cuaca yang lebih baik setelah El Nino melemah, tetapi beberapa kawasan di Eropa dan Asia justru berpotensi mengalami kondisi yang lebih hangat.

Karena itu, para peneliti menegaskan penelitian ini masih sebatas simulasi komputer dan belum menjadi rekomendasi untuk diterapkan di dunia nyata. Mereka menilai diperlukan kajian ilmiah, teknis, hingga etika yang jauh lebih mendalam sebelum teknologi tersebut dipertimbangkan. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

El Nino Partikel Garam Laut Samudra Pasifik

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Selasa, 07/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Maroko

Rabu, 08/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Spanyol vs Belgia

Selasa, 07/07/2026 11:44 WIB
Olahraga

Persib Resmi Lepas Andrew Jung dengan Harga Fantastis

Humanika

Jum'at, 10/07/2026 20:01 WIB

Sejumlah Alasan Menikah Memerlukan Mahar

Jum'at, 10/07/2026 17:01 WIB

Begini Tata Cara Salat Hajat, Catat Ya

Jum'at, 10/07/2026 10:10 WIB

Bulan Safar Membawa Kesialan, Benarkah?

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777