Prakirawan BMKG menjelaskan prediksi cuaca di Indonesia pada Sabut (11/7) (Foto: Tangkapan Layar)
Jakarta, Jurnas.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca signifikan yang akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Sabtu, 11 Juli 2026. Kondisi ini dipicu oleh kemunculan Bibit Siklon Tropis 97W di Samudra Pasifik.
Berdasarkan pantauan terbaru, Bibit Siklon Tropis 97W saat ini berada di Samudra Pasifik Timur Papua Nugini. Sistem ini tercatat memiliki tekanan udara sebesar 1007 hektopaskal dan bergerak ke arah barat mendekati wilayah kedaulatan Indonesia.
Pergerakan bibit siklon ini menginduksi pembentukan daerah konvergensi dan konfluensi, terutama di Samudra Pasifik Timur Laut Papua Nugini.
Selain itu, daerah perlambatan angin atau konvergensi juga terpantau memanjang dari Malaysia hingga ke berbagai perairan di Indonesia, termasuk Laut Natuna Utara, Selat Makassar, hingga pesisir utara Papua.
Kondisi atmosfer tersebut secara langsung meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi. BMKG meminta masyarakat untuk waspada, terutama di wilayah-wilayah yang diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Prakirawan BMKG, Vita, menjelaskan bahwa dinamika atmosfer ini memberikan dampak nyata pada kondisi cuaca di berbagai provinsi.
"Kombinasi dinamika atmosfer tersebut menyebabkan potensi cuaca cukup signifikan di beberapa wilayah Indonesia," ujar Vita dalam tayangan Youtube dikutip di Jakarta, Sabtu (11/7).
Beberapa wilayah yang masuk dalam kategori waspada hujan sedang hingga lebat meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Utara. Di wilayah timur, potensi serupa juga mengancam Papua Tengah, Papua Pegunungan, serta Papua Selatan.
Untuk kota-kota besar di bagian barat Indonesia, BMKG memberikan perhatian khusus pada Tanjung Selor yang berpotensi dilanda hujan petir.
Sementara itu, wilayah seperti Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, dan Bandar Lampung diprakirakan mengalami hujan ringan, sedangkan wilayah Jawa dan Kalimantan secara umum akan berawan hingga berawan tebal.
Di bagian timur Indonesia, hujan ringan diprediksi mengguyur Manokwari, Nabire, Jayawijaya, dan Merauke. Namun, masyarakat di Mataram dan Palu diminta mewaspadai munculnya potensi asap, kabut, atau udara kabur yang dapat mengganggu jarak pandang.