https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Jaga Kesehatan, Waspadai Zat BPA yang Berbahaya Untuk Bayi, Balita dan Ibu Hamil

Untung Subagja | Kamis, 31/12/2020 09:23 WIB



Pola hidup sehat penting untuk tetap menjaga tubuh bugar. Terlebih lagi dalam mengkonsumsi minuman. Dokter Darrel spesialis kandungan. (Foto ; Jurnas/Ist).

Jakarta, Jurnas.com- Pergantian tahun baru 2021 pola hidup sehat harus terus ditingkatkan. Terlebih lagi dimasa pandemi. Tidak hanya makanan, minuman pun harus diperhatikan. Baru-baru ini, hastag #PeringatanGalonIsiUlangBPA trending topik di twitter. Ini disebabkan maraknya pemberitaan dan webinar tentang bahaya Zat BPA di kemasan makanan dan  minuman, yang salah satunya dibahas yaitu pada kemasan plastik air minum galon isi ulang.

Seperti yang disampaikan melalui kultwit akun @misterespect bahwa BPA itu berbahaya.  Akun tersebut juga menambahkan data data dan pendapat para ahli kesehatan.  Saat ini masyarakat makin menyadari pentingnya memilih air minum yang sehat dan tidak terpapar Zat BPA.  
Kemasan Air minum galon isi ulang secara tampilan berwarna kusam atau sedikit berwarna gelap. Nah sifat kemasan air minum galon isi ulang yang keras itu lantaran mengandung bisphenol A. Jadi hubungan BPA dengan plastik adalah, BPA berperan sebagai kandungan yang mengawetkan serta memperkuat plastik agar kemasan tidak rusak, yang mempunyai sifat membentuk plastik menjadi keras, mudah dibentuk dan kuat.

Baca juga :
Konsumsi Soda Bisa Picu Depresi pada Wanita
Sifat - sifat seperti itu berkat kandungan bisphenol A alias BPA. Namun zat BPA juga mengandung racun yang  berbahaya  bagi kesehatan, dan zat BPA ini hampir dilarang di  seluruh dunia untuk penggunaan di kemasan makanan dan minuman. Buktinya negara – negara maju sudah mengganti kemasan yang mengandung zat BPA dengan bahan lain yang lebih aman.

Sejak tahun 2010, misalnya,  pemerintah Kanada dengan tegas melarang penggunaan plastik BPA pada botol minum bayi. Penggantinya adalah BPS (bisphenol-S) dan BPF bisphenol-F (bisphenol-F). Begitu juga Austria yang  melarang BPA pada tahun 2011, Belgia (tahun 2012), Swedia (2012), Prancis (2012) dan Denmark (2013).

Baca juga :
Minuman Manis Tingkatkan Risiko Depresi pada Perempuan, Studi Ungkap Peran Usus
Melalui regulasi yang ketat dari pemerintah masing-masing, mereka sudah melarang penggunaan kemasan yang berbahan baku plastik BPA. Bahkan di negara Perancis pemerintahnya telah melarang seluruh kemasan yang mengandung BPA, termasuk untuk produk-produk Danone di negaranya yang menggunakan kemasan yang mengandung BPA.

Bisa dibayangkan betapa dugaan paparan BPA terhadap konsumen air minum  galon isi ulang, mengingat galon isi ulang inilah diduga agen pembawa zat BPA yang larut dalam air yang dikemas.

Baca juga :
6 Makanan dan Minuman Ampuh untuk Redakan Keracunan
Padahal Danone Prancis telah mengumumkan melalui akun Twitter - nya @dannon pada wilayah operasi Amerika, menyatakan, pihaknya sudah tidak lagi menggunakan plastik berbahan Polikarbonat yang mengandung BPA (kode daur ulang no.7).

Zat BPA di dalam kemasan plastik  air minum galon isi ulang,  berbahaya bagi kesehatan bayi, balita dan ibu hamil. Zat BPA dapat mempengaruhi berat badan lahir, perkembangan hormonal dan prilaku hingga resiko kanker di kemudian hari. Yang sedihnya, masyarakat seperti terbuai atau dininabobokan selama bertahun-tahun hanya karena ada dalih bahwa, kemasan plastik air minum galon isi ulang polikarbonat yang mengandung BPA itu aman, dan galon isi ulang tersebut turut menjaga lingkungan.

Semua dokter melalui seminar dan penelitian kesehatan International, dari beberapa tahun lalu sudah mengingatkan bahaya Zat BPA. Kesadaran untuk tidak menggunakan plastik kemasan berbahan BPA juga sudah dilakukan oleh perusahan makanan, minuman dan obat-obatan di negara maju, bagaimana dengan di Indonesia?

Menurut dr. Daulika Yusna dokter spesialis anak, kemasan galon dengan kandungan BPA yang tidak tepat, sangat berbahaya jika isinya dikonsumsi setiap hari dalam jangka waktu lama. Hal senada diungkapkan Dr. Darrel Fernando dokter spesialis kandungan,  mengatakan agar memperhatikan kemasan minuman dan makanan dengan melihat dulu kode plastiknya.

"Kita harus teliti melihat kode plastik pada setiap produk yang kita gunakan. Misalnya kode plastik no 7 (jenis plastik polikarbonat) yang perlu kita perhatikan dalam kemasan makanan kita, karena kode plastik no 7 biasanya mengandung BPA. Meskipun bukan di level yang berbahaya, tapi kalau bisa, dihindari agar tidak terjadi akumulasi jangka panjang," ungkap Dr Darrel Fernando.

Malah, Kementerian Kesehatan juga telah berpesan supaya berhati hati dalam memilih kemasan plastik minuman, usahakan hindari yang mengandung BPA. Iwan Nefawan, Ahli Kesehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa BPA dalam kemasan plastik ini telah dilarang oleh Badan Pengawas Obat & Makanan (Badan POM).

Mestinya DPR RI Komisi IX mendesak pihak BPOM agar mengeluarkan aturan kepada produsen makanan, minuman dan obat-obatan yang dijual dengan kemasan yang mengandung BPA, supaya memberi Label Peringatan Konsumen. Sebagai contoh,  di label kemasan plastik air minum galon isi ulang Polikarbonat yang mengandung BPA, diberi keterangan sebagai berikut :

"Peringatan Konsumen : Bahan Kemasan Plastik Galon Isi Ulang air minum Ini, Mengandung Zat BPA yang Berbahaya Bagi Kesehatan Bayi, Balita dan Ibu Hamil, dapat mempengaruhi berat badan lahir, mengganggu perkembangan hormonal & prilaku, hingga resiko kanker di kemudian hari".

Pencantuman Label Peringatan Konsumen pada kemasan air minum galon isi ulang yang mengandung BPA ini sangat penting dilakukan, agar konsumen mengetahui bahwa air minum yang akan dikonsumsi terutama untuk bayi, balita dan ibu hamil, aman dari paparan BPA, walaupun sekecil apapun residu BPA yang termigrasi dari kemasan ke produk.

Akan lebih baik lagi semua produsen makanan, minuman dan obat-obatan tidak lagi menggunakan kemasan yang mengandung Zat BPA. Sebab akibat yang ditimbulkannya dapat mempengaruhi kesehatan.

Kalau mau mengikuti anjuran internasional, untuk hidup sehat harus menggunakan kemasan plastik makanan & minuman BPA free.  Jadi sebaiknya, sebelum mengonsumsi sesuatu pastikan kemasan yang digunakan adalah BPA Free, demi kebaikan kita dan masa depan bangsa Indonesia dengan melindungi bayi, balita dan ibu hamil dari paparan BPA,  Perubahan harus dimulai dari sekarang dan diri kita sendiri.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Minuman Zat BPA

Terkini | Senin, 18/05/2026 07:33 WIB

Humanika

Zulhijah atau Dzulhijjah, Mana yang Benar? Ini Penjelasannya

News

Resmi! 1 Zulhijjah 1447 H Ditetapkan 18 Mei 2026, Iduladha 27 Mei

Gaya Hidup

Lima Museum Tertua di Dunia, Ada yang Berdiri Sejak Ribuan Tahun Lalu

Humanika

Peringatan Hari Museum Internasional Setiap 18 Mei, Ini Sejarahnya

Humanika

18 Mei 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini

Olahraga

Casemiro Dapat Salam Perpisahan Emosional, Carrick: Dia Luar Biasa

News

AS Ajukan Proposal Perdamaian Lima Poin kepada Iran

Olahraga

Puji Fans Manchester United, Carrick: Kalian Membuat Klub Ini Istimewa

News

Kemenhaj: Bayar Dam Harus Aman, Resmi, dan Sesuai Keyakinan Fikih Jemaah

Gaya Hidup

Asteroid Sebesar Paus Biru Melintas Dekat Bumi Besok, Senin 18 Mei 2026

News

Persis Nilai Penguatan Regulasi Sidang Isbat Penting Demi Persatuan Umat

News

LF PBNU Sebut Posisi Hilal Zulhijjah di Seluruh Indonesia di Atas Kriteria

News

Awal Zulhijah 1447 H Diprediksi Jatuh Besok, 18 Mei 2026

Humanika

Menag: Tak Ada Dalil yang Bisa Menyebabkan Perempuan Itu Terpinggirkan

Info Desa

Kemendes Bakal Genjot Desa Wisata di Kawasan Anyer-Carita-Cinangka

News

Eric Cantona Akui Jalani Psikoterapi sejak Usia 20 Tahun

News

Kami Rita Sherpa Pecahkan Rekor Dunia 32 Kali Puncak Everest

News

PM Korsel: Mogok Kerja Samsung Bisa Rugikan Korea 100 Triliun Won

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777