https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Bamsoet Bersama IMI Dorong Standarisasi Tata Cara Berkendara Berkelompok

Aliyudin Sofyan | Sabtu, 19/09/2020 15:47 WIB



Ikatan Motor Indonesia (IMI) bersama Gerak BS diharapkan menjadi penggerak keselamatan berlalu lintas kendaraan roda dua di jalan raya. Mengingat masih tingginya angka kecelakaan pengendara motor karena sikap berkendara yang tidak mengutamakan aspek keselamatan. Ketua MPR RI Bambang Soesatyo melepas tim standarisasi tata cara berkendara sepeda motor berkelompok yang diselenggarakan oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) bersama Gerak BS

Bekasi, Jurnas.com - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo melepas tim standarisasi tata cara berkendara sepeda motor berkelompok yang diselenggarakan oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) bersama Gerak BS. Mereka diharapkan menjadi penggerak keselamatan berlalu lintas kendaraan roda dua di jalan raya. Mengingat masih tingginya angka kecelakaan pengendara motor karena sikap berkendara yang tidak mengutamakan aspek keselamatan. Tidak hanya oleh pengendara motor individu, tetapi juga pengendara motor berkelompok yang melakukan touring.

"Membangun budaya patuh terhadap peraturan di jalan raya sebagai kunci keselamatan berlalu lintas, bukanlah perkara mudah. Namun dengan semangat brotherhood dalam setiap diri anggota komunitas otomotif, saya yakin hal tersebut bisa diwujudkan. Tertib di jalan raya, selain menjaga nyawa pribadi, juga menjaga nyawa pengguna jalan lainnya. Sekaligus menunjukan semangat gotong royong di jalan raya, karena tidak egois dan lebih mementingkan kepentingan bersama," ujar Bamsoet saat melepas Tim Standarisasi Tata Cara Berkendara Sepeda Motor Berkelompok IMI, di Kawasan Lippo Meikarta Bekasi Jawa Barat, Sabtu (19/9/20).

Turut hadir antara lain Kasatlantas Polresto Bekasi AKBP Ojo Ruslani, Sekjen IMI Jefry JP, Ketua Umum Motor Besar Indonesia (MBI) Rio Castello, CEO Meikarta Reza Catab, Advisor Lippo Cikarang Hendry James Riyadi, dan Ketua Umum GERAK BS Dwi Aroem.

Baca juga :
PSG Juara Liga Champions, Enrique: Kami Memang Layak Menang

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, banyaknya komunitas otomotif di satu sisi membawa kegembiraan. Karena banyak aktivitas mereka yang dibarengi beragam kegiatan positif. Seperti aksi solidaritas sosial dan berbagai kegiatan kemanusiaan.

Kehadiran mereka juga turut menggerakkan sektor perekonomian. Khususnya pariwisata, melalui kunjungan ke berbagai destinasi wisata yang selanjutnya mereka promosikan melalui beragam media sosial.

Baca juga :
Kebijakan Sekolah Pelajari Bahasa Prancis, DPR: Jangan Tergesa-gesa

"Namun di sisi lain, masih ada anggota komunitas otomotif yang belum memahami tatacara berkendara berkelompok yang baik dan benar. Sehingga, memunculkan kritik dari pengguna jalan lainnya. Realitas ini tak boleh diabaikan. Justru harus segera diperbaiki agar tak semakin menjadi masalah di kemudian hari," jelas  Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina MBI sekaligus Dewan Pembina IMI ini memaparkan, merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah sepeda motor per tahun 2018 sudah melampaui 120 juta unit. Dari rujukan data yang sama, sepeda motor menjadi mayoritas pengguna jalan raya, dengan volume sebesar 81,8 persen. Sedangkan, 18,2 persen sisanya adalah pengguna mobil pribadi, mobil penumpang, dan mobil angkutan barang.

Baca juga :
Suasana Desa di Halmahera Jelang Piala Dunia 2026

"Seiring laju pertumbuhan penduduk dan peningkatan kebutuhan mobilitas manusia dan barang, pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor juga mengalami peningkatan cukup pesat. Sebagai gambaran, pada periode tahun 2009-2018, BPS mencatat angka rata-rata pertumbuhan kepemilikan kendaraan bermotor setiap tahun mencapai 9,05 persen," papar Bamsoet.

Bamsoet yang menjadi Pembinan berbagai komunitas otomotif ini menilai, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama. Karena pada periode yang sama, tercatat rata-rata pertumbuhan jalan di Indonesia setiap tahunnya hanya sebesar 1,45 persen. Ketimpangan laju pertumbuhan jalan yang tidak linear dengan laju pertumbuhan kendaraan bermotor harus disikapi setiap pengguna jalan dengan bijaksana. Perlu dibangun kesepahaman bahwa jalan raya adalah fasilitas umum milik bersama.

"Sikap solidaritas sesama pengguna jalan harus menjadi prioritas dalam berkendara. Sehingga bisa terbangun suasana nyaman dan aman, serta terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya kecelakaan lalu lintas. Menurut data Korlantas POLRI, selama pelaksanaan operasi patuh 2020, periode 23 Juli - 5 Agustus, terjadi pelanggaran lalu lintas sebanyak lebih dari 548 ribu kasus, dan kecelakaan lalu lintas sebanyak 2.388 kejadian. Lebih memprihatinkan, sebagian besar korban adalah kelompok usia produktif umur 15 – 35 tahun," pungkas Bamsoet.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Bambang Soesatyo Ikatan Motor Indonesia (IMI) Gerak BS

Terpopuler

Senin, 13/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Argentina

Minggu, 12/07/2026 05:05 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Spanyol

Senin, 13/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Prediksi Starting XI Timnas Prancis vs Spanyol

Minggu, 12/07/2026 06:06 WIB
Gaya Hidup

12 Contoh Ucapan Hari Koperasi Indonesia 2026 yang Penuh Makna

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777