https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Tesla Kembangkan Baterai Lithium Teknologi Baru

Untung Subagja | Sabtu, 04/01/2020 23:15 WIB



Tesla telah bekerja sama dengan para ilmuwan dari Universitas Dalhousie, Kanada sejak April 2019, untuk menciptakan baterai lithium-ion berteknologi baru Mobil Listrik Tesla 3 (Brava Radio)

Toronto, Jurnas.com - Pabrikan mobil mewah, Tesla dikabarkan sedang kembangkan paket baterai mobil listrik dengan jarak tempuh penggunaan hingga 1,6 juta kilometer atau 1 juta mil.

Tesla telah bekerja sama dengan para ilmuwan dari Universitas Dalhousie, Kanada sejak April 2019, untuk menciptakan baterai lithium-ion berteknologi baru.

Baterai tersebut diklaim lebih unggul daripada baterai lithium-ion biasa yang digunakan oleh kebanyakan mobil listrik saat ini.

Baca juga :
MSF Sebut Wabah Ebola di RD Kongo Sangat Mengkhawatirkan

Carscoops melaporkan, baterai 100 kWh yang saat ini digunakan oleh varian Tesla Model S dan Model X, performanya diklaim hanya bertahan di antara 1.000-2.000 siklus pengisian.

Sedangkan lithium-ion bertektonologi baru hanya kehilangan 5 persen dari kapasitasnya setelah melalui 1.000 siklus pengisian dan masih menampung 90 persen dari kapasitasnya meskipun telah mengalami 4.000 siklus pengisian.

Baca juga :
WHO Minta Pembatasan Perjalanan Akibat Ebola Ditinjau Ulang

Lebih lanjut dijelaskan, baterai baru ini tersusun dari struktur kristal katoda dan susunan kimiawi baru yang lebih tahan dari kerusakan akibat siklus pengisian daya. Selain itu, teknologi ini juga meningkatkan kepadatan energi dan efisiensi jauh menggungguli baterai yang digunakan saat ini.

Bos Tesla Elon Musk mengatakan, paket baterai 1 juta mil itu bisa sangat berguna untuk truk jarak jauh yang sering dikendarai hingga 150.000 mil per tahun.

Baca juga :
Odegaard Tetap Bangga Meski Arsenal Gagal Juara Liga Champions

Namun untuk segmen mobil penumpang, paket baterai itu mungkin tidak memberi manfaat banyak karena umur rata-rata untuk sebuah kendaraan di Amerika Serikat hanya 150.000 mil.

Meskipun sebagian besar produsen kendaraan listrik lebih menyukai teknologi baterai solid-state, Musk percaya teknologi lithium-ion memiliki masa depan yang menjanjikan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Tesla Mobil Listrik Baterai Lithium-Ion Baterai

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777