https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Hati-hati, Aplikasi "FaceApp" Rentan Disusupi

Redaksi | Selasa, 03/12/2019 09:01 WIB



Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat (AS) menilai aplikasi seluler apa pun yang dikembangkan di Rusia, memiliki risiko keamanan dan rentan disusupi intelijen. Aplikasi FaceApp (Foto: CNet)

San Franscisco, Jurnas.com - Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat (AS) menilai aplikasi seluler apa pun yang dikembangkan di Rusia, memiliki risiko keamanan dan rentan disusupi intelijen.

Pernyataan itu menanggapi permintaan anggota parlemen AS, tentang aplikasi foto pengeditan wajah FaceApp, yang banyak digunakan oleh pengguna android dan iPhone.

Dikutip dari Reuters, aplikasi ponsel tersebut viral tahun ini karena dapat melihat foto wajah pengguna yang menua.

Baca juga :
Mengapa Nobar Film Pesta Babi Sering Dibubarkan? Ini Sederet Alasannya

Khawatir terkait asalnya dari Rusia, Komite Nasional Demokrat AS memperingatkan kandidat presiden 2020 dari partai itu agar tidak menggunakannya.

Demokrat juga mendesak pemimpin minoritas Senat Demokrat Chuck Schumer, agar FBI dan dan Komisi Perdagangan Federal melakukan tinjauan keamanan nasional.

Baca juga :
20 Ucapan Hari Kebangkitan Nasional yang Penuh Makna

Tidak ada bukti bahwa FaceApp menyediakan data pengguna kepada pemerintah Rusia. Tetapi FBI, dalam suratnya menanggapi Schumer, mengatakan kemampuan Moskow untuk mengakses komunikasi secara langsung melalui penyedia layanan internet membuat aplikasi apa pun yang dibangun di sana berisiko.

"Badan intelijen Rusia mempertahankan kemampuan eksploitasi dunia maya yang kuat," kata FBI, dan mampu di bawah hukum setempat untuk "mengakses semua komunikasi dan server dari jarak jauh di jaringan Rusia tanpa membuat permintaan ke ISP."

Baca juga :
20 Ucapan Hari Buku Nasional yang Penuh Makna dan Inspiratif

FaceApp, yang diluncurkan pada 2017, dikembangkan oleh Wireless Lab, sebuah perusahaan yang berbasis di St. Petersburg. Chief executive officer-nya, Yaroslav Goncharov, dulunya adalah seorang eksekutif di Yandex, yang dikenal luas sebagai "Google"-nya Rusia.

Perusahaan telah menolak tudingan penjualan atau berbagi data pengguna dengan pihak ketiga, menambahkan bahwa data pengguna tidak pernah ditransfer ke Rusia dan sebagian besar gambar dihapus dari servernya dalam waktu 48 jam setelah pengiriman.



Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

FBI FaceApp Aplikasi Ponsel Media Sosial

Terpopuler

Senin, 22/06/2026 03:03 WIB
Gaya Hidup

30 Contoh Ucapan HUT Jakarta, Cocok untuk Postingan Medsos

Selasa, 23/06/2026 12:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Uzbekistan

Senin, 22/06/2026 12:42 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Argentina vs Austria

Selasa, 23/06/2026 14:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Ghana

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777