https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kemendes Dorong Peningkatan Lapangan Kerja di Daerah Tertinggal

Rizki Ramadhan | Senin, 08/07/2019 18:10 WIB



Saat ini sudah lebih dari 200 UKM di Daerah Tertinggal yang telah dikenalkan dengan sistem penjualan secara online dan produknya terlisting di Marketplace Shopee kegiatan Literasi E-Commerce di Daerah Tertinggal dengan tema UMKM Go Online bersama marketplace Shopee di Kabupaten Sorong, Papua Barat pada Kamis (4/7) lalu.

Sorong, Jurnas.com - Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT) bekerjasama dengan Shopee dalam meningkatkan pemasaran dan penjualan produk-produk UKM di daerah tertinggal melalui kegiatan Literasi E-Commerce di Daerah Tertinggal dengan tema UMKM Go Online.

Saat ini sudah lebih dari 200 UKM di Daerah Tertinggal yang telah dikenalkan dengan sistem penjualan secara online dan produknya terlisting di Marketplace Shopee.

200 UKM di daerah tertinggal tersebut tersebar di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, Bima, Dompu, Donggala dan Kabupaten Sorong.

Baca juga :
Prabowo Diminta Kerahkan Jajaran untuk Bebaskan WNI Ditahan Israel

"Melalui kerjasama ini diharapkan dapat mendorong peningkatan penjualan produk-produk di Daerah Tertinggal dan terjalinnya kemitraan serta kerjasama pengembangan ekonomi lokal serta mendorong terciptanya lapangan pekerjaan di Daerah Tertinggal," kata Dirjen PDT Kemendes PDTT Samsul Widodo usai menghadiri kegiatan Literasi E-Commerce di Daerah Tertinggal dengan tema UMKM Go Online bersama marketplace Shopee di Kabupaten Sorong, Papua Barat pada Kamis (4/7) lalu.

Kegiatan literasi e-commerce, kata Samsul diharapkan masyarakat UKM di Kabupaten Sorong dapat memanfaatkan internet untuk mengembangkan potensi yang ada di desanya, salah satunya dengan memasarkan produknya secara online melalui marketplace yang ada.

Baca juga :
KPK Segera Limpahkan Tersangka Korupsi Kuota Haji ke Pengadilan

Lebih lanjut, Samsul menjelaskan bahwa Pembangunan Daerah Tertinggal dijalankan sebagai mandat PP No.78 Tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal. Berdasarkan Perpres No. 131 Tahun 2015 Tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015-2019.

Saat ini terdapat 122 daerah tertinggal di Indonesia. Papua Barat merupakan salah satu provinsi yang memiliki banyak daerah tertinggal. Dari total 13 Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Barat, 7 Kabupaten merupakan daerah tertinggal.

Baca juga :
Menhan: Pelaku Penyiraman Air Keras Bisa Dihukum Lebih Berat

"Diperlukan strategi untuk percepatan pembangunan daerah tertinggal salah satunya melalui pengembangan ekonomi lokal masyarakat," katanya.

Menurutnya, persoalan pemasaran produk di Daerah Tertinggal tidak hanya terkait aksesibilitas dan minimnya sarana prasarana, namun juga rendahnya pengetahuan masyarakat tentang literasi e-commerce.

"Potensi produk unggulan di daerah tertinggal cukup besar, seperti potensi pertanian, perikanan, perkebunan dan pariwisata. Namun hingga saat ini terdapat kendala terkait pemasaran produk agar dapat diterima dengan baik oleh pasar," katanya.

Perlu diketahui bahwa Shopee memiliki program Kreasi Nusantara yaitu laman khusus di Shopee yang didedikasikan khusus untuk memberikan sorotan bagi produk lokal. Setiap minggunya, Kreasi Nusantara telah mengkurasi sekitar 25.000 produk lokal antara lain makanan ringan, kerajinan tangan, Kain Tenun, essential oil, VCO dan lain-lain dengan peningkatan transaksi hingga 8 kali lipat sejak pertama kali diluncurkan.

"Melalui Kreasi Nusantara dari Lokal untuk Global, UMKM dapat memaksimalkan potensi penjualan produk lokal ke luar negeri via Shopee. Selain itu, UMKM juga dapat mempelajari bagaimana cara mengembangkan strategi ekspor melalui kelas Kampus Shopee," katanya.
 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja Menteri Desa

Terkini | Rabu, 17/06/2026 16:27 WIB

News

Komisi XIII: Jangan Sampai Kementerian HAM Lebih Sibuk Membangun Birokrasi

News

Komisi X Dorong Penguatan Anggaran BPS, Dukung Program Statistik Nasional

News

Komisi IV: Tata Kelola Hutan Perlu Dilakukan Secara Bertanggung Jawab

News

KPK Akui Sudah Koordinasi dengan BPKP Terkait Penyelidikan Korupsi MBG

Info Desa

PPDI Dukung Program MBG dan Kopdes Merah Putih Berlanjut, Mendes Apresiasi

Olahraga

Presiden FIFA: Piala Dunia 2026 Berhasil Lampaui Ekspetasi

News

Legislator PDIP: Tambahan Anggaran Kementerian HAM Belum Layak Disetujui

News

Pemerintah Yaman Minta PBB Lebih Tegas terhadap Iran Soal Pendaaan Houthi

Info Desa

PP 16 2026 Terbit, Mendes Yandri Pastikan Siltap Perangkat Desa Tepat Waktu

News

Dekan FISIP Unas Pastikan Tak Ada Struktur BEM di Lingkungan Kampus

News

KPK Ungkap Pinjam Bendara PT Abipraya-Jaya Abadi di Proyek Pemkab Lamongan

Olahraga

Lionel Messi Sebut Semua Pencapaiannya di Sepak Bola Adalah Bonus

News

Eropa Dilaporkan Siap Berdialog dengan Rusia Soal Ukraina

News

PPATK Minta Tanbahan Anggaran Rp516,4 Miliar untuk Tahun 2027

Info Desa

Rakernas PPDI, Mendes Ajak Perangkat Desa Kawal Asta Cita Presiden Prabowo

News

Optimalkan Pemberantasan TPPU, PPATK Usul Tambahan Anggaran Rp516,4 M

News

Polri Ajukan Tambahan Anggaran Sebesar Rp66,1 Triliun untuk 2027

News

RS Harus Berikan Layanan Inklusif dan Berkualitas untuk Semua Kalangan

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Minggu, 14/06/2026 12:10 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Timnas Curacao

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777