https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Penelitian Baru Ungkap Perak Koin Viking Berasal dari Dirham Islam

Agus Mughni | Selasa, 16/06/2026 20:38 WIB



Studi tersebut menemukan bahwa sebagian koin perak awal Viking dibuat dari perak yang berasal dari koin-koin Islam yang dilebur Foto : Peneliti Temukan Jejak Koin Islam dalam Uang Perak Bangsa Viking (Foto: Live Science)

Jakarta, Jurnas.com - Sebuah penelitian terbaru mengungkap hubungan perdagangan jarak jauh antara bangsa Viking dan dunia Islam pada abad pertengahan. Studi tersebut menemukan bahwa sebagian koin perak awal Viking dibuat dari perak yang berasal dari koin-koin Islam yang dilebur.

Temuan itu berasal dari analisis terhadap Damhus Hoard, harta karun berisi 226 koin perak era Viking yang ditemukan di dekat Kota Ribe, Semenanjung Jutland, Denmark, pada 2018.

Menurut penelitian yang dipublikasikan pada 5 Juni 2026 dalam jurnal Archaeometry, kumpulan koin tersebut berasal dari sekitar tahun 830 hingga 850 Masehi, menjadikannya salah satu contoh koin Viking paling awal yang pernah ditemukan.

Dikutip dari Live Science, peneliti utama Thomas Birch, arkeolog dari Museum Nasional Denmark, menjelaskan bahwa koin-koin tersebut secara teknis disebut "penny". Namun, nilai peraknya jauh lebih tinggi dibandingkan uang logam modern saat ini.

"Istilah itu berasal dari kata Inggris Kuno pening, yang mirip dengan kata pfennig dalam bahasa Jerman Kuno. Satu koin pening pada masa itu cukup untuk membeli bir, roti, atau peralatan sederhana," kata Birch.

Selain usianya yang sangat tua, para peneliti juga terkesan dengan kondisi koin yang masih terawat baik meski telah terkubur lebih dari seribu tahun.

Pada salah satu sisi koin terdapat gambar wajah yang diyakini merepresentasikan Wodan atau Odin, dewa utama dalam mitologi Nordik. Sementara sisi lainnya menampilkan gambar seekor rusa jantan.

Penelitian juga mengungkap bahwa percetakan koin Viking pada masa itu dilakukan secara besar-besaran. Dari analisis cetakan atau dies yang digunakan untuk mencetak koin, para peneliti menemukan sedikitnya 30 cetakan berbeda yang dipakai secara bergantian ketika cetakan lama mulai aus.

Berdasarkan temuan tersebut, para ahli memperkirakan ratusan ribu koin serupa pernah diproduksi di percetakan kuno Ribe, yang saat itu merupakan salah satu pusat perdagangan penting di Skandinavia.

Yang paling menarik, analisis kimia terhadap 25 koin menggunakan teknologi fluoresensi sinar-X dan metode ilmiah lainnya menunjukkan bahwa sebagian besar kandungan peraknya berasal dari koin Islam yang dikenal sebagai dirham.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam beberapa koin, lebih dari separuh kandungan peraknya berasal dari dirham yang sebelumnya dicetak di wilayah dunia Islam.

Menurut Birch, koin-koin Viking kemungkinan dicetak dari batangan perak yang diproduksi di luar Skandinavia. Batangan tersebut diduga dibuat dengan cara melebur sejumlah besar dirham Islam sebelum diperdagangkan ke Ribe untuk kemudian dicetak ulang menjadi mata uang Viking.

"Perak tersebut kemungkinan telah dilebur menjadi batangan di suatu tempat sebelum diperdagangkan ke percetakan kuno di Ribe," ujar Birch.

Temuan ini semakin memperkuat bukti bahwa bangsa Viking tidak hanya dikenal sebagai pelaut dan penyerang ulung, tetapi juga terlibat dalam jaringan perdagangan internasional yang membentang dari Eropa Utara hingga Timur Tengah.

Pada masa itu, jalur perdagangan memungkinkan perak dari dunia Islam mengalir ke wilayah Skandinavia melalui berbagai rute dagang yang menghubungkan Eropa, Rusia, Asia Tengah, dan Timur Tengah.

Penelitian ini juga memberikan gambaran baru mengenai hubungan ekonomi global pada awal abad pertengahan. Meski terpisah ribuan kilometer, dunia Viking dan kekhalifahan Islam ternyata memiliki keterkaitan yang lebih erat daripada yang selama ini diperkirakan para sejarawan.

Para peneliti menilai temuan tersebut menjadi bukti penting bahwa perdagangan internasional telah memainkan peran besar dalam perkembangan ekonomi dan sistem moneter bangsa Viking sejak awal kemunculannya. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Koin Perak Koin Viking Perak Dirham Dirham Islam Koin Islam

Terkini | Selasa, 16/06/2026 22:01 WIB

News

Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia Indonesia, Barbuk Sabu 27 Kilo

Olahraga

Sunderland Gabung Tiga Klub Liga Premier Bidik Striker Birmingham

Olahraga

Manchester United Incar Gelandang Fulham Sander Berge

News

Sehari, Empat Upaya Penyelundupan Nakoba di Rutan Salemba Digagalkan

Olahraga

Mourinho Gagal Bawa Pulang Nico Paz ke Real Madrid

Gaya Hidup

Penelitian Baru Ungkap Perak Koin Viking Berasal dari Dirham Islam

Gaya Hidup

Studi: Remaja Putri Paling Rentan Alami Gangguan Mental Akibat Media Sosial

Olahraga

Arsenal Bidik Gelandang Muda Maroko Ayyoub Bouaddi

Olahraga

Timnas Uruguay Frustrasi Ditahan Imbang Arab Saudi

News

DPR Minta Bea Cukai Benahi Layanan dan Tata Kelola Ekspor-Impor

Humanika

Ini Berbagai Pantangan di Bulan Suro yang Masih Dipercaya Masyarakat

Humanika

Delapan Amalan Sunnah di Bulan Muharram yang Sayang Dilewatkan

News

Gempa M 6,7 Guncang Palu Sulteng, Sejumlah Bangunan Roboh-Jembatan Retak

News

Menag Ajak Maknai Tahun Baru Islam 1448 H jadi Momentum Transformasi Sosial

News

Tahun Baru Islam, Menag Ajak Hijrah dari Sikap Curiga ke Saling Percaya

News

Donald Trump Bakal Undang PM Irak ke Gedung Putih Pertengahan Juli

News

BMKG Pastikan Gempa M6,7 di Sulteng Tidak Berpotensi Tsunami

News

Bahas Isu Nuklir dan Selat Hormuz, Negosiasi AS-Iran Dibagi Dua Tahap

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Sabtu, 13/06/2026 17:05 WIB
Olahraga

Prediksi Susunan Starting XI Timnas Brasil vs Maroko

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777