https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Anak yang Sering Main Game Berisiko Diabetes

Eka Wahyu Pramita | Jum'at, 03/05/2019 07:01 WIB



Anak-anak yang terlalu banyak menonton juga memiliki jumlah lipatan kulit dan massa lemak lebih banyak. Para pelajar bermain game online (Foto: GB Times)

Jurnas.com - Menghabiskan waktu lebih dari tiga jam untuk menonton televisi, komputer atau bermain sekadar video game nyatanya bisa memperbesar risiko anak terkena diabetes tipe dua, ungkap studi terbaru dari Inggris.

Seperti dilansir  dari laman The Verge. berdasar studi yang dipublikasikan dalam jurnal Archieves of Disease in Childhood itu juga menunjukkan risiko ini juga mengintai orang dewasa yang melakukan hal serupa.

Kesimpulan ini peneliti dapatkan setelah menganalisis data dari hampir 4.500 anak-anak di Inggris berusia 9-10 tahun pada 2004-2007.

Baca juga :
Anggota DPRD Main Game dan Merokok saat Rapat Kesehatan

Mereka menemukan kebanyakan anak-anak menghabiskan lebih dari tiga jam terpaku pada layar. Mereka ini berpeluang 11 persen lebih tinggi mengalami kondisi yang disebut resistensi insulin ketimbang anak-anak yang hanya duduk menonton layar kurang dari sejam per hari.

Resistensi insulin--kondisi otot, lemak, dan sel-sel hati tidak merespon dengan baik terhadap insulin (hormon yang mengontrol kadar gula dalam darah), merupakan faktor risiko diabetes tipe 2.

Baca juga :
Diabetes Diam-diam Merusak Jantung dari Dalam, Studi Ungkap Mekanismenya

Anak-anak yang terlalu banyak menonton juga memiliki jumlah lipatan kulit dan massa lemak lebih banyak--indikator total lemak tubuh dan leptin, yang merupakan hormon yang bertanggung jawab untuk nafsu makan.

"Terlalu banyak menonton berbahaya bagi kesehatan," ujar peneliti dari Children`s Hospital of Eastern Ontario Research Institute, Mark Tremblay.

Baca juga :
Penelitian: Anak Yang Sering Bermain Game Cenderung Lebih Pemarah

Di Amerika sendiri, data pada 2015 menunjukkan bahwa anak-anak dan remaja berusia 13-18 tahun menghabiskan rata-rata sekitar sembilan jam, duduk menonton televisi, bermain smartphone, komputer, per harinya. Sementara mereka yang berusia 8- 12 tahun, rata-rata duduk sekitar enam jam menatap layar.

Sejumlah studi sebelumnya telah menemukan bahwa semakin banyak yang kita habiskan duduk menonton berhubungan dengan meningkatnya indeks massa tubuh, terutama pada mereka yang berusia 9-16 tahun. Pada orang dewasa, kebiasaan tak sehat itu bahkan meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.

Hanya saja, studi-studi ini memiliki beberapa keterbatasan yakni sebatas menunjukkan suatu hubungan, bukan hubungan kausalitas langsung antara waktu menonton dan diabetes.

Kemudian, karena data yang peneliti kumpulkan dilakukan pada 2004 dan 2007, maka tidak menyertakan kebiasaan anak-anak menghabiskan waktu memainkan smartphone atau tablet.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Diabetes Tipe 2 Main Game Nonton TV

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777