https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Hey Ladies, Yuk Kenali 13 Faktor Risiko Kanker Payudara

Redaksi | Selasa, 16/04/2019 16:01 WIB



Kanker payudara merupakan satu dari dua kanker yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia, selain kanker leher rahim (serviks). Kanker payudara (Foto: google)

Jakarta, Jurnas.com – Kanker payudara merupakan satu dari dua kanker yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia, selain kanker leher rahim (serviks).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 31 Januari 2019, terdapat angka kanker payudara 42,1 per 100.000 penduduk, dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk.

Lalu ditambah data dari Badan International untuk Penelitian Kanker, sekitar 627.000 orang meninggal di dunia karena kanker payudara pada tahun lalu.

Baca juga :
7 Makanan Bergizi yang Bikin Kenyang Lebih Lama

Bukan saja jumlah kematian yang membuat kanker payudara menjadi momok menakutkan bagi para perempuan. Penyebab kanker payudara, yang sampai hari ini belum diketahui, juga kerap kali menjadi alasan sebagian besar kaum hawa baru mengetahui bahwa mereka terkena kanker di stadium lanjut.

Karena itu, dr. Martha Roida Manurung dari Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta mengimbau agar masyarakat mengenali faktor risiko kanker payudara. Dengan mengenali faktor risiko ini, perempuan diharapkan dapat melakukan upaya pencegahan, atau malah menghindari berbagai faktor tersebut.

Baca juga :
Ini Beda Kandungan Putih dan Kuning Telur bagi Kesehatan

Pertama, menstruasi pertama di usia kurang dari 12 tahun. Menurut dr. Martha, saat ini banyak anak perempuan yang sudah menstruasi di usia 10 tahun.

Kedua, perempuan yang tidak menikah.

Baca juga :
Beragam Makanan yang Bisa Memancing Kontraksi agar Cepat Melahirkan

Ketiga, perempuan yang sudah menikah tapi tidak memiliki anak.

Keempat, perempuan yang melahirkan anak di usia 30 tahun.

Kelima, perempuan yang tidak menyusui.

Keenam, perempuan yang menjalani terapi hormonal dalam waktu lama. Termasuk dalam hal ini pemakaian KB.

“Jadi saya anjurkan, kalau sudah ada faktor risiko, sebaiknya dihindari penggunaan KB pil, suntik, dan susuk,” ujar dr. Martha kepada Jurnas.com pada Selasa (16/4) dalam kegiatan Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Payudara bersama Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) di Purnomo Yusgiantoro Center, Jakarta.

Ketujuh, perempuan yang menopouse di atas usia 55 tahun.

“Kalau ibu-ibu menopouse di usia 49 atau 50 harus disyukuri, artinya sudah mengurangi faktor risiko kanker payudara,” jelas dia.

Kedelapan, makanan berlemak dan berminyak.

Kesembilan, perokok aktif maupun pasif.

Kesepuluh, peminum alkohol.

Kesebelas, perempuan yang pernah menjalani operasi tumor jinak di payudara.

Keduabelas, perempuan dengan keluarga yang memiliki riwayat kanker.

Ketigabelas, perempuan yang mengalami stres berat.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kanker Payudara Tips Kesehatan

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777