https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Capai Bonus Demografi, Jangan Abaikan Kesehatan Mental

Eka Wahyu Pramita | Rabu, 20/03/2019 09:45 WIB



Untuk mengatasi masalah kesehatan mental harus diintervensi dengan memberikan remaja ruang berbicara yang lebih luas. Ilustrasi kesehatan mental

Jakarta, Jurnas.com - Indonesia akan memiliki bonus demografi pada tahun 2025-2035 dengan syarat memiliki sumber daya manusia sehat dan produktif. Sementara itu, saat ini Indonesia masih dihadapkan pada salah satu permasalahan kesehatan yang kerap kali dialami remaja, yakni kesehatan mental.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat dr. Eni Gustina, MPH mengatakan untuk mengatasi masalah kesehatan mental harus diintervensi dengan memberikan remaja ruang berbicara yang lebih luas. Dalam keluarga misalnya, orang tua perlu banyak berkomunikasi dengan anak agar segala masalah yang sedang dihadapinya bisa dibicarakan kepada orang tua.

“Masalah kesehatan mental itu butuh intervensi dengan lets talk, silakan bicara. Dia punya masalah tapi tidak tahu mesti cerita kemana, ke siapa. Jadi kita berikan konseling, mengajak orang-orang kalau dia ada masalah, dia bisa bicara ke temennya,” katanya.

Baca juga :
Beralih ke Ponsel Jadul Jadi Tren Baru di AS, Wajib Diikuti!

Stres menjadi salah satu masalah kesehatan mental. dr. Eni menyebutkan banyak contoh masalah yang mengakibatkan remaja stres, seperti seks bebas, masalah keluarga, dan masalah ekonomi. Faktor penyebabnya banyak, salah satunya kurang komunikasi dengan orang tua, karena orang tua terlalu sibuk bekerja.

“Banyak orang tua yang sibuk bekerja yang kadang komunikasi dengan pesan tulisan, kalau gitu kapan dia bisa berkonsultasi dengan orang tuanya,” kata dr. Eni.

Baca juga :
Tanda Tubuhmu Perlu Detoks Media Sosial, Baik untuk Mental

Contoh lain terkait pornografi, dr. Eni mengatakan sebagian besar pornografi disebabkan karena remaja mengakses konten porno sendirian di kamar.

“Artinya orang tua itu mesti dong awasin anaknya di kamar ngapain aja. Kerjanya buka hp, nonton, ya akhirnya jadi adiksi pornografi. Jika sudah teradiksi kemungkinan besar mencari lawan jenisnya bahkan sampai terjadi kekerasan seksual,” ucap dr. Eni.

Baca juga :
5 Manfaat Melakukan `Solo Date` Bagi Kesehatan Mental

Salah satu upaya pencegahan, Kemenkes bekerjasama dengan Kemendikbud dalam memberikan konseling kepada para murid di sekolah. Tahun ini guru-guru bimbingan konseling (BK) dilatih dalam hal peningkatan kemampuan konseling bagi siswa ajarnya.

Di samping itu, agar Indonesia mendapatkan bonus demografi, remaja Indonesia harus memiliki keterampilan Hidup sehat atau yang disebut dengan Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS).

PKHS merupakan keterampilan dalam mengenali karakter diri sendiri, mampu berempati, mempu menentukan pilihan terbaik, menyelesaikan masalah secara konstruktif, berpikir kritis dan kreatif, mampu dan berani menyampaikan gagasan, memiliki kemampuan interpersonal yang baik, mampu mengendalikan emosi dan mengatasi stres.

“Jika kemampuan PKHS ini dimiliki setiap remaja maka mereka dapat memberikan keputusan yang tepat dalam tiap tindakan termasuk dalam menolak ajakan perilaku berisiko,” kata dr. Eni.

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kesehatan Mental Bonus Demografi

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Selasa, 07/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Maroko

Rabu, 08/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Spanyol vs Belgia

Selasa, 07/07/2026 11:44 WIB
Olahraga

Persib Resmi Lepas Andrew Jung dengan Harga Fantastis

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777