https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

9 dari 10 Benjolan di Payudara Bukan Kanker

Redaksi | Jum'at, 01/02/2019 06:01 WIB



dr. Bob menerangkan, jika benjolan terasa sakit, itu umumnya ciri kista. Untuk kista, penderitanya tidak perlu melakukan operasi atau kemoterapi. Dokter spesialis bedah onkologi RS Dharmais Jakarta dr. Bob Andinata, Sp.B (K) Onk (Foto: Muti/Jurnas)

Jakarta, Jurnas.com – Kanker payudara selalu diawali dengan tumbuhnya benjolan. Namun jangan salah, menurut dokter spesialis bedan onkologi Rumah Sakit Dharmais Jakarta dr. Bob Andinata, Sp.B (K) Onk, 9 dari 10 benjolan di payudara justru bukan kanker.

Dalam kegiatan `Bulan Kesehatan Bank Bukopin` di Kantor Pusat Bank Bukopin Jakarta, dr. Bob menerangkan, jika benjolan terasa sakit, itu umumnya ciri kista. Untuk kista, penderitanya tidak perlu melakukan operasi atau kemoterapi.

“Yang penting jaga pola hidup sehat, tidak makan sembarangan, dan rutin olahraga,” terang dr. Bob kepada Jurnas.com.

Baca juga :
Plt Sesjen MPR Bagikan Kisah Inspiratif Lawan Ketakutan Deteksi Dini

Kista ini, lanjut dr. Bob, akan hilang dengan sendirinya, dua bulan setelah benjolan pertama kali dirasakan. Berbeda halnya dengan kanker payudara, di mana benjolan semakin lama semakin membesar, karena bekerja dengan mengikat kulit hingga jaringan yang ada di sekitar payudara.

Adapun jika benjolan itu merupakan kanker payudara, umumnya tidak terasa sakit. Hal inilah yang menyebabkan banyak orang menganggap benjolan kanker sepele, dan baru memeriksakan diri setelah memasuki stadium lanjut.

Baca juga :
Jenis Makanan yang Bisa Tingkatkan Potensi Kanker Payudara

“Benjolan kanker payudara di stadium awal tidak nyeri. Ini yang berbahaya karena banyak yang menganggap sepele,” jelas dia.

Karena itu, dalam rangka Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada 4 Februari 2019 mendatang, dr. Bob mengimbau kepada para perempuan agar melakukan deteksi dini payudara, baik dengan cara melakukan Sadari (Periksa Payudara Sendiri) maupun Sadanis (Periksa Payudara secara Klinis).

Baca juga :
Faktor Risiko Kanker Payudara yang Sering Tidak Disadari

Alasannya, semakin awal kanker payudara diketahui, maka harapan hidup juga semakin tinggi. Begitu pula sebaliknya.

“Jika 10 orang berobat ketika berada di stadium empat, maka lima tahun kemudian sisa yang hidup kemungkinan cuma dua orang. Tapi kalau 10 orang berobat pada stadium satu, maka lima tahun kemudian 10 orang itu masih hidup,” tandasya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kanker Payudara Bob Andinata

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777