https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Penyebab Keputihan Terasa Tidak Normal

Eka Wahyu Pramita | Senin, 28/01/2019 14:33 WIB



Keputihan tidak normal yang dialami perempuan bisa disebabkan karena berbagai faktor, apa saja? Ilustrasi organ intim wanita.(Foto : Google)

Jakarta - Keputihan adalah hal normal yang terjadi pada perempuan. Namun perlu dipertimbangkan jika keputihan berubah menjadi tanda adanya penyakit pada bagian kewanitaan Anda.

Menurut dr. Rino Bonti Tri H.Shanti, Sp. OG, keputihan sebagai tanda datangnya masa subur, "Leher rahim normal, cair, tidak berlebihan dan tidak menimbulkan keluhan," jelasnya.

Keputihan yang tidak normal biasanya terasa pedas, panas, nyeri di daerah kewanitaan, dan berbau tidak sedap. "Keputihan karena ini harus diwaspadai karena merupakan tanda adanya infeksi," ujar dr. Rino.

Baca juga :
Ladies, Hindari Keputihan dengan Cara Ini

Penyebab keputihan ini paling sering disebabkan oleh jamur candida, bakteri vaginosis atau parasit trikomoniasis yang menginfeksi daerah kewanitaan.

Infeksi yang menyebabkan bakteri vaginosis itu memiiki ciri cairan yang mengeluarkan amis, sedangkan parasit trikomoniasis ditandai dengan cairan banyak, berbusa dan mencoba busuk.

"Keputihan karena jamur memiliki efek cairan khas seperti susu basi dan vulva terasa panas serta sakit saat berkemih," tuturnya.

Keputihan tidak normal ini juga bisa disebabkan karena infeksi menular seks, kelainan anatomi, daerah kewanitaan yang terlalu kering dan tipis saat menopause atau karena masuknya benda asing ke dalam daerah kewanitaan. Namun, penyebab paling sering keputihan tidak normal ini karena menyangkut kebersihan di daerah kewanitaan.

“Pemicu awal karena organ intim yang lembab, jadi menjadi media yang baik untuk tumbuh jamur. Akan lebih baik daripada membersihkan daerah tersebut dengan sabun, karena tahan basa. Bersihkan dengan air saja sudah cukup atau gunakan cairan khusus pembersih vagina dengan pH yang sesuai, ”jelas dr. Rino.

Ia melanjutkan, sebaiknya menghindari douching atau penyemprotan cairan khusus ke dalam daerah kewanitaan. Cukup dengan air atau cairan khusus pembersih daerah kewanitaan. Karena menurutnya, douching vagina hanya memperberat infeksi di daerah kewanitaan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Masalah Keputihan Penyebab Keputihan

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777