https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

China `Marah` Perusahaan Teknologinya Mau Dikendalikan Asing

Redaksi | Kamis, 24/01/2019 10:29 WIB



Wakil Presiden China mengecam upaya Barat untuk mengendalikan perusahaan-perusahaan teknologinya, seperti Huawei Wang Qishan, Wakil Presiden Republik Rakyat Tiongkok, berbicara selama sesi pleno di Davos. EPA

Jakarta - Wakil Presiden China mengecam upaya Barat untuk mengendalikan perusahaan-perusahaan teknologinya, seperti Huawei, di Davos pada Rabu, ketika para pemimpin Jepang dan Jerman menolak nasionalisme dan menekankan kembali komitmen negara mereka pada kerjasama internasional untuk menyelesaikan masalah-masalah dunia.

Pada Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia, Wang Qishan mengatakan harus ada sikap seimbang terhadap teknologi yang mengakomodasi kepentingan semua negara, terutama mereka yang berasal dari negara berkembang.

"Seseorang seharusnya tidak meminta seluruh dunia untuk hanya menangani masalah keamanan dan hanya mematuhi standar negara maju atau negara individu," katanya dilansir The National, Kamis (24/01).

Baca juga :
Iran Janjikan Hak Istimewa China dan Rusia di Selat Hormuz

Departemen Kehakiman AS sedang mengejar ekstradisi kepala pejabat keuangan Huawei China, yang ditangkap di Kanada bulan lalu. Amerika Serikat menuduh Meng Wanzhou salah menggambarkan hubungan perusahaan dengan perusahaan yang mencoba menjual peralatan ke Iran meskipun ada sanksi AS.

Huawei, produsen peralatan telekomunikasi terbesar di dunia, menghadapi tuduhan yang dipimpin AS bahwa perangkatnya menghadirkan risiko keamanan nasional. Huawei mengatakan kekhawatiran semacam itu tidak berdasar.

Baca juga :
China Janji Dukung Kuba Hadapi Penindasan AS

Pemerintahan Presiden Donald Trump telah mendorong sekutu Eropa untuk memblokir Huawei dari jaringan telekomunikasi di tengah perselisihan yang lebih luas mengenai perdagangan dengan China.

"Sangat penting untuk menghormati kedaulatan nasional dan menahan diri dari mencari hegemoni teknologi, mencampuri urusan dalam negeri negara lain, dan melakukan, melindungi atau melindungi kegiatan yang memungkinkan teknologi yang merusak keamanan nasional negara lain," kata Wang.

Baca juga :
Ledakan Gas Tambang Batu Bara di China Tewaskan 90 Pekerja

Tetapi Wang mengindikasikan dia optimistis bahwa AS dan China akan menyelesaikan perbedaan mereka dalam perdagangan dan akhirnya menemukan "win-win" untuk kedua belah pihak.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Perusahaan Teknologi China

Terpopuler

Selasa, 23/06/2026 12:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Uzbekistan

Selasa, 23/06/2026 14:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Ghana

Selasa, 23/06/2026 05:05 WIB
Humanika

Menikahi Janda Anak Satu, Apakah Wajib Menafkahi Anaknya?

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777