https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Iran Klaim Mampu Desain Ulang Reaktor Arak

Supianto | Selasa, 22/01/2019 11:56 WIB



Kamalvandi juga mengatakan bahwa Iran masih belum dapat melakukan pemeriksaan pasca iradiasi (PIE). Juru bicara Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Behrooz Kamalvandi. (Foto: Kimia Nik/ISNA)

Tehran - Juru bicara Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Behrooz Kamalvandi, mengatakan, Iran sedang mendesain ulang reaktor air berat Arak dengan China, namun, jika perlu, negara itu dapat melakukan proyek sendiri.

"Kami dapat menyelesaikan kedua reaktor, baik yang pertama dengan uranium alami dan yang saat ini sedang dirancang ulang. Jika kami ingin membangun kembali reaktor sebelumnya, kami akan melakukannya dengan lebih baik dan lebih cepat," katanya kepada ISNA.

Ia juga mengatakan bahwa mendesain ulang reaktor Arak dengan China seharusnya menjadi lebih cepat. "Iran dan China bekerja sama dalam memasang peralatan dalam proses perancangan ulang," katanya.

Baca juga :
Trump Ultimatum Iran: Segera Berdamai atau Hancur Total!

Kamalvandi juga mengatakan bahwa Iran masih belum dapat melakukan pemeriksaan pasca iradiasi (PIE). "Itu sedang dilakukan di luar Iran," katanya.

Kamalvandi melanjutkan dengan mengatakan bahwa Iran akan menjadi pecundang jika ia melewatkan kesempatan untuk membuat kemajuan yang diperlukan dalam sains dan teknologi.

Baca juga :
Pembangkit Nuklir UEA Diserang Drone, Militer Gelar Penyelidikan

Ditanya apakah ada perubahan yang diperlukan untuk membuat kemajuan? Ia mengatakan, "Kita perlu memperbarui kebijakan kita dan bukan pada prinsip dan nilai kita."

Di tempat lain, Kamalvandi mengatakan bahwa program nuklir Iran adalah "logis" dan tidak akan berubah bahkan jika kesepakatan nuklir 2015 dicabut sepenuhnya.

Baca juga :
AS Ajukan Proposal Perdamaian Lima Poin kepada Iran

Direktur AEOI, Ali Akbar Salehi mengatakan pada Minggu (20/1) bahwa insinyur Iran telah menguasai teknologi nuklir dan industri tidak bergantung pada yang lain.

PresidenDonald Trump menarik AS secara sepihak dari perjanjian nuklir 2015 pada Mei dan memerintahkan sanksi terhadap Iran. Sanksi JILID pertama berlaku pada 6 Agustus dan jilid kedua yang menargetkan ekspor minyak dan bank Iran pada 4 November.

Dalam sebuah wawancara dengan Dewan Hubungan Luar Negeri Eropa yang diterbitkan pada 11 Januari, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini mengatakan, UE bekerja sama dengan seluruh komunitas internasional untuk tetap menghidupkan perjanjian nuklir yang penting itu.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Iran China Reaktor Air Berat Arak

Terpopuler

Selasa, 23/06/2026 12:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Uzbekistan

Selasa, 23/06/2026 14:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Ghana

Selasa, 23/06/2026 05:05 WIB
Humanika

Menikahi Janda Anak Satu, Apakah Wajib Menafkahi Anaknya?

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777