https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Benarkah Bedak Tabur Memicu Kanker?

Eka Wahyu Pramita | Sabtu, 15/12/2018 23:27 WIB



Beberapa talc atau bedak tabur mengandung asbes (asbestos) yakni senyawa yang diketahui dapat menyebabkan kanker paru-paru jika terhirup oleh manusia. Ilustrasi bedak tabur (Foto: Shutterstock)

Jakarta - Bedak tabur talc terbuat dari talc, yaitu mineral yang mengandung beberapa zat seperti magnesium, silikon, dan oksigen. Bubuk tabur tersebut dapat berfungsi untuk melembabkan dan membantu mengurangi efek nyeri akibat gesekan.

Dikutip dari laman Halodoc bedak sangat berguna untuk kulit kering dan membantu mencegah terjadinya ruam. Talek sendiri dapat dijumpai pada beberapa produk kosmetik seperti bedak tabur bayi, bedak untuk orang dewasa, lipstik, dan produk kosmetik lainnya.

Di Amerika sendiri, beberapa produk talc telah lulus uji (FDA) sebelum dijual di toko-toko. Ini berarti keamanannya telah terjamin.

Baca juga :
Sebelum Salat Idul Adha Disunnahkan Makan atau Tidak?

Merujuk hasil studi Food and Drug Administration pada 2009 dan 2010, FDA tidak menemukan adanya kontaminasi asbes pada beberapa produk kosmetik.

Sebuah analisis oleh International Agency for Research on Cancer pada 2010, yang dikutip situs Everyday Health, mengungkapkan bahwa pernyataan ‘talc pada bedak mengandung karsinogen’ masih terbatas bukti kebenarannya.

Baca juga :
Pakar Hukum UI Nilai PT Jakarta Bisa Batalkan Vonis Kerry Riza

Lalu, apa yang membuat talc berbahaya?

Beberapa talc mengandung asbes (asbestos), senyawa yang diketahui dapat menyebabkan kanker paru-paru jika terhirup oleh manusia.

Baca juga :
Rhenald Kasali Khawatir Kriminalisasi Keputusan Bisnis Hambat Inovasi

Hal itu dikatakan pula oleh dr. Matahari Arsy SpKK, asbes sebenernya tidak diserap langsung oleh kulit, tapi bisa terhirup yang bahaya kalo terhirup bisa memicu kanker

"Sumbernya kalau di lingkungan biasanya terdapat debu terutama di pabrik, pertambangan, di jalanan juga polusi karena debu bekas rem, atau di air juga bisa kalo batu alamnya mengandung asbes," paparnya dr Arsy saat dihubungi Jurnas.com via pesan singkat.

Diberitakan sebelumnya saham Johnson & Johnson anjlok lebih dari 10 persen pada Jumat (14/12), setelah perusahaan besar farmasi AS itu mendapati laporan kandungan asbes, yang terdapat dalam bedaknya selama beberapa dekade.

Dikutip dari BBC, laporan itu muncul ketika perusahaan menghadapi ribuan tuntutan hukum, yang menuding bahwa produk bedaknya menyebabkan kanker.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Bedak Tabur Penyakit Kanker Senyawa Asbes

Terpopuler

Rabu, 08/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Spanyol vs Belgia

Kamis, 09/07/2026 03:03 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Argentina vs Swiss

Rabu, 08/07/2026 13:30 WIB
Olahraga

MU Incar Tchouameni, Madrid Pasang Harga Rp2,1 Triliun

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777