https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Generasi Milenial Butuh Dibekali Nilai Kebangsaan Hadapi Globalisasi

Herwin Wijaya | Selasa, 04/12/2018 18:19 WIB



Diharapkan Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, tidak hanya membuat mereka paham, mereka mampu menerjemahkan dan mengaktualisasikan nilai-nilai kebangsaan Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono menyebut yang hadir pada acara Sosialisasi Empat Pilar MPR itu merupakan kelompok strategis sehingga mereka perlu dibekali dengan nilai-nilai kebangsaan.

Jakarta - Di hadapan delapan ratus orang yang berasal dari Himpunan Putra-Putri Keluarga Angkatan Darat (HIPAKAD), Keluarga Besar Putra-Putri Polri (KBPPP), dan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI), yang memenuhi Gedung Nusantara V, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, 3 Desember 2018, Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono menyebut yang hadir pada acara Sosialisasi Empat Pilar MPR itu merupakan kelompok strategis sehingga mereka perlu dibekali dengan nilai-nilai kebangsaan.

Diharapkan Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, tidak hanya membuat mereka paham, mereka mampu menerjemahkan dan mengaktualisasikan nilai-nilai kebangsaan. “Nilai-nilai kebangsaan harus dapat diaktualisasikan dalam keseharian,” ujarnya.

Menurut pria asal Banyumas, Jawa Tengah, mengaktualisasikan nilai-nilai kebangsaan penting sebab aktualisasi kehidupan tidaklah statis tetapi sangat dinamis. Ia akan berhadapan dengan suatu perubahan yang terus menerus, tuntutan, dan perkembangan jaman. Sehingga bila ideologi yang diyakini tidak hidup atau tak diaktualisasikan, maka ia tidak bisa beradaptasi dengan kebutuhan dan perkembangan jaman. “Di sinilah saya merasa khawatir”, ujarnya.

Baca juga :
Heri Black Diperiksa, KPK Dalami Barang Bukti dari Rumah Semarang

Ketika ideologi bangsa tidak bisa diadaptasikan atau sebagai sesuatu yang tak bisa hidup di tengah masyarakat, maka hal yang demikian perlu segera diantisipasi, “apalagi mayoritas anak muda sekarang hidup di jaman yang berbeda yaitu jaman milenial”, ungkapnya. “Sekarang era yang disebut dengan generasi milineal”, tambahnya. Ditegaskan pada generasi milineal inilah nilai-nilai kebangsaan harus diinternalisasikan agar mereka bisa menterjemahkan nilai-nilai luhur bangsa itu. “Mereka harus bisa menerjemahkan dalam dunia yang aktual”, tuturnya.

Penanaman nilai-nilai kebangsaan pada generasi milineal menurut Ma’ruf Cahyono merupakan bekal bagi mereka dalam menghadapi perubahan jaman. “Apapun perubahan jaman tidak boleh membuat kita keluar dari jati diri bangsa,” tegasnya. Oleh karena itu Empat Pilar MPR harus menjadi bekal bagi mereka untuk menatap masa depan.

Baca juga :
Singgung Kasus Nadiem, Prof Romli Dorong Revisi Menyeluruh UU Tipikor

Jati diri bangsa itu harus mampu diadaptasikan dalam segala rupa kehidupan yang ada. Dengan jati diri inilah masyarakat bisa menghadapi tantangan dan memanfaatkab peluang yang ada. Disebut bangsa ini termasuk generasi milineal menghadapi tantangan global dan perkembangan teknologi informasi yang dahsyat. Menghadapi era yang demikian diharap generasi milineal tidak hanya mempunyai kualitas dan kapasitas untuk bersaing dengan bangsa lain, namun juga harus memiliki ketahanan ideologi sebagai jati diri bangsa. “Kita ingin menjadi bangsa yang besar dan maju tanpa kehilangan jati diri bangsanya,” ungkapnya.

Baca juga :
Kejagung Lelang 308 Aset Rampasan Negara di BPA Fair 2026

Untuk menjadi bangsa yang besar dan maju tentu tidak mudah diwujudkan secara serta merta apalagi adanya pengaruh dan persaingan yang ketat dengan bangsa bangsa yang lain. “Pengaruh dan persaingan ini tidak akan berhenti”, paparnya. Untuk itu nilai-nilai kebangsaan juga harus terus dikuatkan. Jangan sampai bangsa ini mampu bisa memasuki era persaingan bebas, namun ia kehilangan jati diri bangsanya “Nah ini yang tidak kita inginkan”, ucapnya.

Dalam era perkembangan teknologi informasi, semua sarana yang ada dikatakan bisa dijadikan sarana untuk meningkatkan persatuan dan jati diri bangsa. Pemanfaatan teknologi informasi seperti handphone diharap tidak menjadi kontraproduktif dengan nilai-nilai yang ada. Diakui handphone di satu sisi mampu sebagai sarana untuk transformasi ilmu pengetahuan, menguatkan paham kebangsaan, dan nilai-nilai positif lainnya. Meski diakui juga bahwa dari alat komunikasi ini bisa digunakan untuk menebar sesuatu yang tidak produktif bahkan negatif. “Oleh karena itu saya mengatakan sarana teknologi informasi harus mampu membuat kita menjadi produktif untuk penguatan jati diri bangsa bukan malah sebaliknya,” ucapnya.

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Generasi Milenial Nilai Kebangsaan

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777