Ilustrasi - ini tata cara sholat jenazah dalam Islam (Foto: Ant)
Jakarta, Jurnas.com - Sholat jenazah merupakan salah satu ibadah yang memiliki kedudukan penting dalam Islam.
Ibadah ini termasuk fardu kifayah, yakni kewajiban kolektif yang gugur apabila telah dilaksanakan oleh sebagian kaum Muslimin.
Namun, apabila tidak ada seorang pun yang melaksanakannya, seluruh umat Islam di lingkungan tersebut dapat menanggung dosa.
Berbeda dengan sholat pada umumnya, sholat jenazah tidak disertai rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, maupun tasyahud.
Ibadah ini dilakukan dengan berdiri dan terdiri dari empat kali takbir yang diiringi bacaan tertentu hingga ditutup dengan salam.
Mayoritas ulama sepakat bahwa sholat jenazah hukumnya fardu kifayah. Hal ini berdasarkan sejumlah hadis Rasulullah SAW yang menganjurkan umat Islam untuk menyolatkan saudaranya yang telah meninggal dunia.
Sholat jenazah menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada jenazah sekaligus doa agar Allah SWT mengampuni dosa-dosanya, melapangkan kuburnya, dan memasukkannya ke dalam surga.
Sebelum melaksanakan sholat jenazah, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi, di antaranya:
- Beragama Islam.
- Suci dari hadas kecil maupun besar.
- Menutup aurat.
- Menghadap kiblat.
- Jenazah telah dimandikan dan dikafani.
- Jenazah diletakkan di depan jamaah atau imam.
Niat dilakukan di dalam hati ketika hendak memulai sholat.
Untuk jenazah laki-laki
Ushalli `ala hadzal mayyiti arba`a takbiratin fardha kifayatin ma`muman (atau imaman) lillahi ta`ala.
Artinya:
"Saya berniat sholat atas jenazah laki-laki ini empat kali takbir sebagai fardu kifayah karena Allah Ta`ala."
Untuk jenazah perempuan
Ushalli `ala hadzihil mayyitati arba`a takbiratin fardha kifayatin ma`muman (atau imaman) lillahi ta`ala.
Artinya:
"Saya berniat sholat atas jenazah perempuan ini empat kali takbir sebagai fardu kifayah karena Allah Ta`ala."
Berikut urutan pelaksanaan sholat jenazah sesuai sunnah.
1. Takbir Pertama
Setelah berniat, imam mengucapkan Allahu Akbar dan jamaah mengikutinya.
Kemudian membaca:
Surat Al-Fatihah.
Membaca Al-Fatihah merupakan rukun yang dianjurkan dalam sholat jenazah menurut mayoritas ulama.
2. Takbir Kedua
Setelah takbir kedua, membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Bacaan yang paling umum adalah sholawat Ibrahimiyah, sebagaimana dibaca dalam tasyahud akhir.
3. Takbir Ketiga
Setelah takbir ketiga, membaca doa untuk jenazah.
Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW adalah:
Allahummaghfir lahu warhamhu wa`afihi wa`fu `anhu wa akrim nuzulahu wa wassi` mudkhalahu waghsilhu bil ma`i watstsalji wal barad, wa naqqihi minal khathaya kama naqqaitats tsaubal abyadha minad danas.
Artinya:
"Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakanlah dia, maafkanlah dia, muliakan tempat singgahnya, lapangkan kuburnya, mandikanlah dia dengan air, salju, dan embun, serta bersihkanlah dia dari segala dosa sebagaimana Engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran."
Apabila jenazah perempuan, kata ganti dalam doa disesuaikan.
4. Takbir Keempat
Setelah takbir keempat, dianjurkan membaca doa singkat untuk jenazah dan seluruh kaum Muslimin.
Di antaranya:
Allahumma la tahrimna ajrahu wa la taftinna ba`dahu waghfir lana wa lahu.
Artinya:
"Ya Allah, janganlah Engkau halangi kami dari pahala karena musibah ini, jangan Engkau sesatkan kami setelahnya, dan ampunilah kami serta dia."
5. Salam
Setelah selesai membaca doa, sholat ditutup dengan salam ke kanan. Sebagian ulama juga membolehkan dua kali salam sebagaimana sholat biasa.
Posisi Imam Saat Sholat Jenazah
Dalam praktiknya, posisi imam berbeda tergantung jenis kelamin jenazah.
Jika jenazah laki-laki, imam berdiri sejajar dengan bagian kepala.
Jika jenazah perempuan, imam berdiri sejajar dengan bagian tengah tubuh atau pinggang.
Apabila terdapat lebih dari satu jenazah, umumnya jenazah laki-laki diletakkan lebih dekat dengan imam dibandingkan jenazah perempuan.
Sabtu, 25/07/2026 22:07 WIB