https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Peringatan Hari Puisi Indonesia 26 Juli, Ini Sejarah hingga Maknanya

Vaza Diva | Minggu, 26/07/2026 02:02 WIB



Setiap tanggal 26 Juli, publik Indonesia memperingati Hari Puisi Indonesia Ilustrasi - Hari Puisi Indonesia, ini sejarah hingga maknanya yang diperingati setiap 26 Juli (Foto: Pexels/Thought Catalog)

 

Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 26 Juli, publik Indonesia memperingati Hari Puisi Indonesia.

Peringatan tahunan ini menjadi momen penting untuk merayakan kekayaan sastra Tanah Air sekaligus mengenang warisan salah satu pilar utama sastra modern Indonesia, Chairil Anwar.

Baca juga :
Hari Pencegahan Tenggelam Sedunia Setiap 25 Juli, Ini Sejarahnya

Dihimpun dari berbagai sumber, penetapan Hari Puisi Indonesia tidak lepas dari peristiwa sejarah penting dalam dunia kebudayaan nasional.

Pemilihan tanggal 26 Juli secara khusus merujuk pada hari kelahiran sang penyair legendaris Angkatan `45 tersebut, yang lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 26 Juli 1922.

Baca juga :
10 Ucapan Hari Kebaya Nasional, Cocok untuk Postingan Medsos

Gagasan untuk mendeklarasikan Hari Puisi Indonesia digagas pertama kali oleh puluhan penyair lintas generasi dari seluruh Indonesia yang berkumpul dalam Pertemuan Penyair Indonesia (PPI) I di Pekanbaru, Riau.

Melalui deklarasi yang dibacakan pada 22 November 2012, para budayawan merumuskan kesepakatan untuk menjadikan hari lahir Chairil Anwar sebagai simbol puitika nasional.

Baca juga :
Hari Kebaya Nasional Diperingati Setiap 24 Juli, Ini Sejarahnya

Pengangkatan sosok Chairil Anwar sebagai figur sentral Hari Puisi Indonesia bukanlah tanpa alasan. Lewat gaya penulisan yang lugas, ekspresif, dan penuh vitalitas, Chairil membawa pembaharuan mendasar pada struktur puisi Indonesia kontemporer yang sebelumnya didominasi gaya Pujangga Baru.

Karya-karyanya yang monumental seperti "Aku", "Karawang-Bekasi", dan "Diponegoro" dinilai mampu mengobarkan semangat perjuangan serta membentuk identitas kebudayaan bangsa di era pasca-kemerdekaan.

Kendati kerap disandingkan dengan Hari Puisi Nasional yang diperingati setiap 28 April menandai hari wafatnya sang maestro pada tahun 1949, Hari Puisi Indonesia pada 26 Juli tetap memiliki tempat istimewa.

Peringatan ini dirayakan sebagai simbol perayaan kehidupan, daya cipta, dan keberlanjutan tradisi berpuisi yang terus diwariskan kepada generasi muda.

Setiap tahunnya, momentum ini diramaikan dengan berbagai agenda kebudayaan, mulai dari perlombaan cipta puisi, panggung pembacaan karya, hingga diskusi sastra di berbagai pelosok daerah.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Hari Puisi Indonesia 26 Juli Peringatan Nasional Bulan Juli

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777