https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Jangan Sampai Terjadi "Segitiga Maut" dalam Perpisahan

Eka Wahyu Pramita | Kamis, 29/11/2018 11:01 WIB



Kepada pasangan yang memutuskan bercerai, bicarakanlah perpisahan yang baik-baik agar tidak sampai menimbulkan trauma bagi anak-anak. Kak Seto Mulyadi (Foto: Ecka Pramita)

Jakarta - Ramai kabar perpisahan pasangan selebriti Gading Marten dan Gisella Anastasia membuat publik terhentak. Pasalnya banyak dari mereka yang menilai jika pernikahan Gading dan Gisel selama ini baik-baik saja dan tak terdengar kabar bermasalah.

Sebagian dari mereka berkomentar bagaimana dengan buah hati yang masih anak-anak nanti. Ketika pernikahan berujung pada perpisahan beberapa orang tua resah apa yang harus dikatakan pada anak-anak agar mereka tidak sedih.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia mengatakan bagi keluarga yang tidak lengkap atau anak yang mengalami broken home yang bisa dilakukan pertama kali ialah orang tua harus minta maaf kalau mereka salah.

Baca juga :
Pidato Prabowo soal Dolar AS Jangan Jadi Alat Propaganda Politik

"Bilang pada anak, kalau situasi ini terjadi karena kesalahan orang tua dan minta maaflah dengan tulus," ujar Kak Seto yang ditemui Jurnas.com usai acara peluncuran Dongeng Pohon Impian di Jakarta, Rabu (28/11).

Yang penting kata Kak Seto jangan sampai terjadi segitiga maut sebagai imbas hubungan rumah tangga yang kandas, yakni; perceraian, perebutan hak asuh, dan penutupan akses.

Baca juga :
Heri Black Irit Bicara Usai Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bea Cukai

Sebab jika sedari awal tidak dibicarakan dengan anak banyak hal yang bisa berdampak pada kondisi psikologis mereka.

"Ada yang benci sama orang tua, dan ada pula trauma terbawa sampai ketika anak jadi dewasa dan memilih tidak mau menikah. Kalau trauma sampai dewasa itu diperlukan family terapi yang menghadirkan kedua belah pihak," paparnya.

Baca juga :
Ketua Komisi VII: UMKM Harus Jadi Andalan Hadapi Goncangan Ekonomi Global

Orang tua yang berpisah harus membayar efek yang ditimbulkan. Dengan cara tetap membangun figur orang tua harus dekat, harus ada meski telah berpisah termasuk kewajiban mengasuh secara bergantian.

Lalu bagaimana ketika anak bertanya dimana ayah atau ibu, kenapa tidak tinggal bersama.Harus dibicarakan secara langsung kepada anak dengan bahasa mereka, ada dialog dari hati ke hati.

"Katakan pada anak, meskipun tidak lagi dalam ruang yang sama kapan pun bisa saling bertemu. Tegaskan pada pasanhan jika perpisahan harus baik-baik," lanjutnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kak Seto Dampak Perpisahan Psikologis Anak

Olahraga

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777