https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Nasib Revitalisasi SMK di Tahun Politik

Eka Wahyu Pramita | Minggu, 25/11/2018 23:01 WIB



Revitalisasi tidak mungkin dapat diselesaikan dalam waktu singkat, mungkin membutuhkan beberapa tahun. Pelajar SMK (Ilustrasi)

Jakarta - Rencana pemerintah untuk merevitalisasi SMK sangat positif dan diharapkan berdampak pada perkembangan pendidikan vokasi di Indonesia.

Namun hal ini butuh konsistensi dari rezim yang berkuasa mengingat tahun 2019 adalah tahun politik. Jika terjadi pergantian rezim pemerintahan, dikhawatirkan revitalisasi tidak akan berjalan dan mencapai target.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pandu Baghaskoro mengatakan, rencana revitalisasi SMK yang akan dilakukan tahun 2019 sangat baik, mengingat sarana dan prasarana SMK di Indonesia banyak yang sudah tidak mengikuti perkembangan zaman.

Baca juga :
5 Provinsi dengan Populasi Babi Terbanyak di Indonesia

Untuk menghasilkan lulusan SMK yang kompetitif di era industry 4.0, perlu pembaharuan SMK secara nasional, baik dari sisi program dan juga sarana prasarana. Program jangka panjang ini membutuhkan konsistensi dari pemerintah.

“Tahun 2019 adalah tahun politik, dimana fokus negara dan masyarakat dapat terbagi antara program revitalisasi dan pesta demokrasi. Ini berpotensi pada serapan anggaran program revitalisasi yang tidak optimal," ujar Pandu.

Baca juga :
Komisi XII Dukung Hilirisasi dan Penguatan Kemandirian Energi Nasional

Pertanyaan selanjutnya adalah, jika rezim berganti, apakah program ini akan terus berlanjut? Sebab, sektor prioritas pemerintahan Jokowi dengan Prabowo bisa saja berbeda. Sementara, revitalisasi tidak mungkin dapat diselesaikan dalam waktu singkat, mungkin membutuhkan beberapa tahun,” urai Pandu.

Target revitalisasi 2.000-4.000 SMK pada 2019 realistis, tapi sebaiknya juga revitalisasi dilaksanakan di lebih banyak lagi SMK di Indonesia. Revitalisasi juga penting dilakukan pada peningkatan kualitas guru karena SMK banyak mempersiapkan hal2 yang sifatnya praktik, maka tenaga pengajar perlu untuk memiliki kapasitas untuk dapat memberdayakan sarana prasarana yang disediakan dalam proses belajar mengajar.

Baca juga :
Soroti Pelaksanaan Haji, Cak Imin Beberkan 3 Aspek Krusial Jelang Armuzna

Kemendikbud, lanjutnya, diharapkan bisa membuat peta jalan pengembangan SMK sekaligus menyempurnakan dan menyelaraskan kurikulum SMK. Kemendikbud juga sebaiknya menggandeng pemerintah setempat terkait pengembangan kurikulum SMK agar dapat mengangkat keunggulan daerah pada SMK setempat.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Revitalisasi SMK Tahun Politik

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777