https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Jokowi: Dana Desa Jangan Diecer-ecer, Tiap Tahun Harus Fokus

Rizki Ramadhan | Rabu, 25/07/2018 20:01 WIB



Target pemerataan tersebut menurut Presiden agar tifakbada ketimpangan antara desa kota Mendes bersama Presiden Joko Widodo

Yogyakarta - Dalam empat tahun terakhir sejak tahun 2015, dana desa dikucurkan ke desa sebanyak Rp 187 Triliun. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pun berpesan penggunaannya harus tepat sasaran.

"Target dana desa adalah pemerataan. Aparatur desa harus fokus dalam pembangunan dari dana desa," kata Presiden RI Jokowi saat memberikan arahan pada acara Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa dan Lembaga Kemasyarakatan Desa Lingkup Regional Balai Pemerintahan Desa di Gedung Graha Pradipta Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta, Rabu (25/7).

Target pemerataan tersebut menurut Presiden agar tifakbada ketimpangan antara desa kota. "Harus tepat sasaran. Jangan dana desa itu diecer-ecer. Satu tahun fokus," tegasnya.

Baca juga :
Tinjau KDMP Bubung, Mendes Tegaskan Dana Desa Tak Dipotong Pemerintah Pusat

Presiden pun memberikan contoh penggunaan dana desa, misalnya untuk pembuayan jalan desa. "Sudah di situ saja, setahun pembangunan jalan desa (infrastruktur), jangan diecer-ecer karena hasilnya akan tidak jelas dan tidak terlihat. Lihat contohnya APBN, tahun ini fokus infrastruktur, tahun depan peningkatan SDM, jadi jelas," tuturnya.

Presiden juga menekankan dalam pemanfaatan dana desa harus tahu apa yang diperlukan di desa tersebut. Infrastruktur dalam bentuk jalan kampung, jalan desa, jalan produksi akses pertanian, perbaikan irigasi, atau untuk lahan lebih produktif.

Baca juga :
JK Laporkan Rismon Terkait Tudingan Ijazah Jokowi

"Saya hanya titip setelah desa mendapatkan anggaran dana desa agar beli barang-barang materialnya di desa itu dan maksimal lingkup kecamatan agar perputaran uangnya ada di situ. Misalnya, 1 sak semen di kota harganya 37 ribu, di desa 40 ribu, belinya ya yang di desa," pesannya.

Dalam acara tersebut, Presiden juga sempat berdialog dengan peserta dari aparatur desa yaitu kepala desa, salah satunya mengeluhkan tentang laporan SPJ yang dianggap sulit. Yaitu, terkait masalah pajak yang tidak memiliki NPWP, tentang realisasi di lapangan dan perencanaan yang berbeda, dan lampiran SPJ yang tebal.

Baca juga :
Mendes Yandri Lantik Irjen Baru Kemendes, Minta Perkuat Pengawasan Internal

"Saya sudah minta digampangkan Menteri Keuangan tentang laporan SPJ ini. Perencanaan pembangunan desa itu dimusyawarahkan, terbuka, transparan, berapa anggaran dana desa, kemudian pertanggungjawaban keuangan penting sekali karena uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan. Dengan administrasi yang baik, pelaporan yg baik, akan saya minta lebih disimpelkan dan disederhanakan ke Kemenkeu," janjinya.

Menurutnya, desa bisa menjadi pilar ekonomi nasional. Keseriusan dalam mengurusi desa bisa meningkatkan daya saing dan pertumbuhan ekonomi, juga ada stabilitas pangan.

Sejalan dengan itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan awalnya fokus dana desa pada pembangunan infrastruktur karena masih ada 20.000 desa tertinggal yang masih membutuhkan infrastruktur untuk kebutuhan dasar dan pemberdayaan ekonomi.

"Impact-nya, penurunan kemiskinan. Angka kemiskinan di Indonesia sudah mencapai single digit yaitu 9,82 persen. Terjadi penurunan 1,8 juta, 1,2 jt jiwa di desa-desa. Bagi desa-desa yang sudah kuat infrastrukturnya, dana desa pakai untuk pemberdayaan ekonomi, misalnya perbesar BUMDesnya," pesannya.

Dia pun berpesan untuk mempercepat penggunaan dana desa karena akan meningkatkan ekonomi desa.

"Baru 2/3 dari kabupaten yang sudah menyalurkan dana desanya, mohon dipercepat," tegasnya.

Pada pencairan tahap II (24 T) ini, transfer dari rekening kas daerah ke desa tahap 1 sebanyak 96,88%, tahap II sebanyak 38,97%.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Info Kemendes Jokowi Dana Desa

Terkini | Minggu, 25/10/2026 19:27 WIB

News

Bahas Negosiasi dan Konflik, Trump Sentil Jajaran Pemimpin Iran

News

Wamensos Dorong Muhammadiyah Perluas Akses Pendidikan Anak Keluarga Miskin

News

Militer Yaman Lumpuhkan 307 Petempur Houthi dalam 24 Jam

News

Cak Imin Dorong Penerima Bansos Mandiri, Target Kemiskinan 5 Persen di 2029

News

Target Khamis Mushait, Koalisi Arab Saudi Cegat Rudal Jelajah Houthi

News

Ajak Rakyat Rasional, Fahri: Kebijakan Prabowo untuk Menutup Kebocoran

News

Bentrokan Pecah di Roma, Massa Lempar Benda Peledak ke Polisi

Gaya Hidup

Bulan Purnama Hunter`s Moon Muncul 25–26 Oktober, Ini Cara Mengamatinya

News

Widya Pratiwi Kawal Penerbitan 27 Sertipikat Tanah Transmigran di Maluku

News

Cak Imin Dorong Pesantren Jadi Penjaga Hutan dan Pencegah Karhutla

News

Kabut Asap 2026: Krisis Tidak Dapat Dibebankan kepada Indonesia Semata

News

Waspada Modus BSU 2026, Kemnaker Minta Pekerja Lindungi Data Pribadi

News

Bandara Riyadh Ubah Terminal Mulai 25 Oktober, Penumpang Diminta Cek Jadwal

News

Demo Anak Muda di Barcelona Berujung Ricuh, Toko Dijarah-Kontainer Dibakar

Humanika

Waktu Terbaik Membaca Ayat Kursi dalam Hadis Nabi Muhammad

News

Demo Yellow Vests, Prancis Dilaporkan Minta Operator Siaga Batasi Medsos

Humanika

Nabi Diutus untuk Menyempurnakan Akhlak, Ini Maknanya

Humanika

Pentingnya Mendengarkan Nasihat dari Orang Bijak

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777