https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Demo Yellow Vests, Prancis Dilaporkan Minta Operator Siaga Batasi Medsos

Agus Mughni | Minggu, 25/10/2026 09:59 WIB



Prancis dilaporkan meminta sejumlah operator telekomunikasi bersiap batasi akses ke media sosial jika terjadi kekerasan selama demonstrasi gerakan Yellow Vests Aksi unjuk rasa di Prancis (Foto: Anadolu)

Paris, Jurnas.com - Pemerintah Prancis dilaporkan meminta sejumlah operator telekomunikasi bersiap membatasi akses ke media sosial jika terjadi kekerasan selama demonstrasi gerakan Yellow Vests pada akhir pekan. Platform yang disebut dalam laporan tersebut meliputi TikTok, Instagram, Snapchat, dan X.

Laporan media daring Prancis, Blast, menyebut Perdana Menteri Sebastien Lecornu mengirim surat kepada perwakilan empat operator telekomunikasi, yakni Orange, SFR, Free, dan Bouygues Telecom, pada Kamis menjelang demonstrasi Sabtu.

Dalam surat tersebut, operator dilaporkan diminta bersiap menangguhkan akses ke sejumlah platform media sosial untuk sementara waktu apabila aksi unjuk rasa diwarnai kekerasan. Namun, hingga laporan Blast diterbitkan, pemerintah Prancis belum memberikan tanggapan atas informasi tersebut.

Baca juga :
Demo Paris Berlanjut, Polisi Waspadai Kerusuhan dan Tutup 24 Stasiun Metro

Menurut risalah pertemuan yang dikutip Blast, anggota kabinet Lecornu dan direktur hukum sejumlah operator juga menggelar pertemuan daring menjelang demonstrasi. Pemerintah dilaporkan menginginkan agar pembatasan akses hanya diterapkan pada telepon seluler dan wilayah tertentu.

Meski demikian, operator telekomunikasi menyampaikan keberatan terhadap permintaan tersebut. Mereka menyatakan tidak memiliki kapasitas untuk menerapkan langkah pembatasan itu dalam waktu singkat.

Baca juga :
Prancis Kerahkan 70.000 Polisi, Oposisi Gugat Pembatasan Aksi

Laporan tersebut belum disertai tanggapan resmi pemerintah yang mengonfirmasi rencana pembatasan akses media sosial. Karena itu, permintaan tersebut masih berstatus sebagai informasi yang dilaporkan Blast, bukan kebijakan yang telah diumumkan secara resmi.

Prancis sebelumnya pernah membatasi akses TikTok di Kaledonia Baru pada 2024 ketika wilayah tersebut dilanda demonstrasi dan kerusuhan. Namun, pada 2025, Dewan Negara Prancis membatalkan keputusan pemerintah untuk membatasi akses ke platform tersebut di wilayah itu.

Baca juga :
Prancis Kerahkan 70 Ribu Polisi Antisipasi Demo Susulan

Peristiwa tersebut menjadi latar belakang penting dalam pemberitaan mengenai kemungkinan pembatasan media sosial saat demonstrasi. Meski demikian, laporan terbaru tentang persiapan operator telekomunikasi berkaitan dengan rencana pengamanan demonstrasi Yellow Vests di Prancis.

Gerakan Yellow Vests kembali menggelar demonstrasi pada Sabtu untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Sekitar 1.000 orang dilaporkan telah ditahan dalam rangkaian demonstrasi tersebut.

Aksi Yellow Vests sebelumnya juga menyoroti persoalan ekonomi, termasuk tingginya harga bahan bakar. Menjelang demonstrasi terbaru, laporan mengenai kemungkinan pembatasan media sosial menambah perhatian terhadap langkah pengamanan yang tengah dipertimbangkan pemerintah Prancis. (*)

Sumber: Anadolu

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Pemerintah Prancis Demonstrasi Besar Yellow Vests Pembatasan Medsos Demo Prancis

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777