https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Demo Anak Muda di Barcelona Berujung Ricuh, Toko Dijarah-Kontainer Dibakar

Agus Mughni | Minggu, 25/10/2026 10:15 WIB



Aksi tersebut menggunakan tagar “Institut Indignats”, yang terinspirasi dari gerakan Lycees Indignes yang memicu demonstrasi pelajar di Prancis Demonstrasi yang diikuti ratusan anak muda di pusat Barcelona, Spanyol, berakhir ricuh pada Sabtu (Foto: Anadolu)

Jakarta, Jurnas.com - Demonstrasi yang diikuti ratusan anak muda di pusat Barcelona, Spanyol, berakhir ricuh pada Sabtu. Sejumlah demonstran dilaporkan menjarah toko, membakar kontainer sampah, serta melempar batu dan botol ke arah petugas keamanan hingga polisi turun tangan.

Para demonstran yang sebagian besar mengenakan pakaian hitam berkumpul di Catalonia Square setelah seruan aksi menyebar melalui media sosial.

Aksi tersebut menggunakan tagar berbahasa Katalan, “Institut Indignats”, yang terinspirasi dari gerakan Lycees Indignes yang memicu demonstrasi pelajar di Prancis dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga :
Demo Yellow Vests, Prancis Dilaporkan Minta Operator Siaga Batasi Medsos

Situasi memburuk ketika sebagian peserta melakukan perusakan dan penjarahan. Polisi kemudian melakukan intervensi untuk mengendalikan keadaan.

Setelah aparat bertindak, para demonstran berpencar dalam kelompok-kelompok kecil. Bentrokan antara polisi dan demonstran dilaporkan terjadi di sejumlah jalan samping, sementara beberapa orang mengalami luka-luka dan sejumlah lainnya ditahan.

Baca juga :
Demo Paris Berlanjut, Polisi Waspadai Kerusuhan dan Tutup 24 Stasiun Metro

Kericuhan terjadi di kawasan pusat Barcelona, tidak jauh dari lokasi kamp tenda yang telah didirikan beberapa pekan sebelumnya untuk menuntut hak atas perumahan. Insiden berlangsung di tengah keramaian warga setempat dan wisatawan.

Polisi kota Barcelona, Guardia Urbana, mengumumkan penutupan sejumlah jalan di pusat kota setelah kerusuhan terjadi. Sejumlah toko juga menurunkan pintu penutup untuk mengantisipasi kemungkinan kerusakan.

Baca juga :
Prancis Kerahkan 70.000 Polisi, Oposisi Gugat Pembatasan Aksi

Presiden Pemerintah Regional Catalonia, Salvador Illa, mengecam kekerasan dan aksi vandalisme dalam demonstrasi tersebut. Melalui platform X, ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan sebagai bagian dari hak demokratis.

“Serangan, ancaman, atau tindakan yang menyebabkan kerusakan bukanlah hak demokratis. Siapa pun yang melakukan hal tersebut akan menanggung konsekuensinya,” tulis Illa.

Ia juga menegaskan bahwa kekerasan tidak memiliki tempat di Catalonia dan tidak ada alasan yang dapat membenarkannya.

Aksi di Barcelona tersebut berlangsung setelah seruan demonstrasi menyebar melalui media sosial dan terinspirasi gerakan protes pelajar di Prancis. Namun, demonstrasi yang semula menjadi ajang penyampaian aspirasi itu diwarnai penjarahan, pembakaran, dan bentrokan yang berujung pada intervensi polisi. (*)

Sumber: Anadolu

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Aksi Demo Demonstrasi Barcelona Demonstrasi Besar Institut Indignats

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777