https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Wamensos Dorong Muhammadiyah Perluas Akses Pendidikan Anak Keluarga Miskin

Agus Mughni | Minggu, 25/10/2026 18:15 WIB



Saya berharap Muhammadiyah yang memiliki berbagai institusi pendidikan di Indonesia turut andil untuk menjemput, mengantarkan anak-anak tersebut mewujudkan apa Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono usai menjadi pembicara dalam Simposium Nasional Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY) di Kampus Fakultas Agama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Bantul, Yogyakarta, Sabtu (Foto: Kemensos)

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengajak Muhammadiyah memperkuat kolaborasi dengan pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui perluasan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Ajakan itu disampaikan Wamensos Agus Jabo di tengah tantangan masih adanya sekitar 4,1 juta anak usia sekolah di Indonesia yang tidak bersekolah atau mengalami putus sekolah.

Ia menyampaikan ajakan tersebut saat menjadi pembicara dalam Simposium Nasional Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY) di Kampus Fakultas Agama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Bantul, Yogyakarta, Sabtu (24/10).

Baca juga :
Cak Imin Dorong Penerima Bansos Mandiri, Target Kemiskinan 5 Persen di 2029

“Saya berharap Muhammadiyah yang memiliki berbagai institusi pendidikan di Indonesia turut andil untuk menjemput, mengantarkan anak-anak tersebut mewujudkan apa yang menjadi impian mereka dan orang tuanya,” ujar Agus Jabo.

Agus Jabo menilai Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk mendukung upaya pemerintah karena mempunyai jaringan dan berbagai institusi pendidikan di Indonesia. Keterlibatan Muhammadiyah diharapkan dapat membantu menjangkau anak-anak yang belum memperoleh akses pendidikan sehingga mereka memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Baca juga :
Hari Pengentasan Kemiskinan Setiap 17 Oktober, Ini Sejarah dan Tujuannya

Ia menjelaskan, sekitar 4,1 juta anak usia sekolah yang tidak bersekolah atau putus sekolah menjadi tantangan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pendidikan dinilai memiliki peran penting dalam memutus kemiskinan antargenerasi, terutama bagi anak-anak yang tumbuh di keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Melalui program Sekolah Rakyat, pemerintah berupaya memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk memperoleh pendidikan yang layak. Program ini diharapkan tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga membangun kemandirian dan meningkatkan peluang anak-anak untuk memperbaiki taraf hidup keluarganya.

Baca juga :
Legislator Golkar Soroti Dugaan Kekerasan di Sekolah Rakyat Samarinda

Selain pendidikan, Agus Jabo menjelaskan tiga mandat prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat upaya pengentasan kemiskinan. Pertama, menghadirkan data sosial ekonomi yang akurat melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Kedua, lanjutnya, memastikan bantuan sosial diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan berdasarkan data yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS). Ketiga, memenuhi akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat sebagai salah satu upaya memutus mata rantai kemiskinan.

Menurutnya, akurasi data menjadi fondasi penting agar kebijakan dan program pemerintah sesuai dengan kondisi masyarakat yang sebenarnya. Penilaian yang masih mengandalkan subjektivitas berisiko menimbulkan ketidaksesuaian antara data administrasi dan kenyataan di lapangan. Karena itu, pemerintah terus memperkuat updating dan digitalisasi bantuan sosial agar penyalurannya semakin tepat sasaran.

Agus Jabo juga mengajak masyarakat untuk membangun keyakinan terhadap kemampuan bangsa sendiri. Ia menegaskan, kekayaan dan sumber daya Indonesia harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, sebagaimana semangat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang mengedepankan kepentingan rakyat dalam perekonomian nasional.

“Kita bukan bangsa kelas tiga, tetapi kita adalah warga bangsa yang harus menjadi nomor satu di republik ini dan kita harus setara dengan bangsa-bangsa lain,” tegasnya.

Agus Jabo berharap kolaborasi pemerintah dan Muhammadiyah dapat memperluas jangkauan program pengentasan kemiskinan, terutama bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem. Dengan data yang akurat, bantuan sosial yang tepat sasaran, serta pendidikan yang inklusif, semakin banyak keluarga diharapkan memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan dan membangun masa depan yang lebih baik.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Wakil Mensos Agus Jabo Priyono Anak Putus Sekolah Sekolah Rakyat Pengentasan Kemiskinan

Terkini | Minggu, 25/10/2026 19:00 WIB

News

Wamensos Dorong Muhammadiyah Perluas Akses Pendidikan Anak Keluarga Miskin

News

Militer Yaman Lumpuhkan 307 Petempur Houthi dalam 24 Jam

News

Cak Imin Dorong Penerima Bansos Mandiri, Target Kemiskinan 5 Persen di 2029

News

Target Khamis Mushait, Koalisi Arab Saudi Cegat Rudal Jelajah Houthi

News

Ajak Rakyat Rasional, Fahri: Kebijakan Prabowo untuk Menutup Kebocoran

News

Bentrokan Pecah di Roma, Massa Lempar Benda Peledak ke Polisi

Gaya Hidup

Bulan Purnama Hunter`s Moon Muncul 25–26 Oktober, Ini Cara Mengamatinya

News

Widya Pratiwi Kawal Penerbitan 27 Sertipikat Tanah Transmigran di Maluku

News

Cak Imin Dorong Pesantren Jadi Penjaga Hutan dan Pencegah Karhutla

News

Kabut Asap 2026: Krisis Tidak Dapat Dibebankan kepada Indonesia Semata

News

Waspada Modus BSU 2026, Kemnaker Minta Pekerja Lindungi Data Pribadi

News

Bandara Riyadh Ubah Terminal Mulai 25 Oktober, Penumpang Diminta Cek Jadwal

News

Demo Anak Muda di Barcelona Berujung Ricuh, Toko Dijarah-Kontainer Dibakar

Humanika

Waktu Terbaik Membaca Ayat Kursi dalam Hadis Nabi Muhammad

News

Demo Yellow Vests, Prancis Dilaporkan Minta Operator Siaga Batasi Medsos

Humanika

Nabi Diutus untuk Menyempurnakan Akhlak, Ini Maknanya

Humanika

Pentingnya Mendengarkan Nasihat dari Orang Bijak

Kesehatan

Kampanye Kesadaran Kesehatan Paru-Paru Setiap 25 Oktober, Ini Tujuannya

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777