https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

22 Persen Penduduk di Dunia Terancam Obesitas pada 2045

Redaksi | Senin, 04/06/2018 20:50 WIB



Peneliti menemukan obesitas akan meningkat dari 39 persen populasi di tahun 2017 menjadi 55 persen pada 2045, dan diabetes dari 14 persen menjadi 18 persen. Ilustrasi obesitas

Denmark - Dalam 27 tahun mendatang, hampir seperempat dari populasi global akan mengalami obesitas. Demikian diungkapkan para peneliti, memperingatkan tagihan medis yang meningkat.

Jika tren saat ini terus berlanjut, 22 persen orang di dunia akan mengalami obesitas pada tahun 2045, naik dari 14 persen tahun lalu, menurut penelitian yang dipresentasikan di Kongres Eropa tentang Obesitas di Wina.

Satu dari delapan orang, naik dari satu di 11, akan memiliki diabetes tipe 2. Suatu bentuk penyakit yang umumnya menyerang pada masa dewasa sebagai akibat dari kelebihan berat badan.

Baca juga :
Hadapi Penyakit Masa Depan, RI Perlu Perkuat Biobank Riset

"Angka-angka ini menggarisbawahi tantangan mengejutkan yang akan dihadapi dunia di masa depan dalam hal jumlah orang yang mengalami obesitas atau memiliki diabetes tipe 2, atau keduanya," kata peneliti Alan Moses dari departemen penelitian dan pengembangan kesehatan perusahaan Denmark Novo Nordisk.

"Selain tantangan medis yang akan dihadapi orang-orang ini, biaya untuk sistem kesehatan negara akan sangat besar," tambahnya.

Baca juga :
WHO Deklarasikan Status Gawat Darurat Wabah Ebola di Afrika

Di Amerika Serikat, para peneliti menemukan obesitas akan meningkat dari 39 persen populasi di tahun 2017 menjadi 55 persen pada 2045, dan diabetes dari 14 persen menjadi 18 persen.

Di Inggris, proporsinya akan membengkak dari 32 persen menjadi 48 persen, dengan kejadian diabetes meningkat dari 10,2 persen menjadi 12,6 persen.

Baca juga :
7 Makanan Bergizi yang Bikin Kenyang Lebih Lama

Sistem kesehatan menghabiskan "jumlah besar hanya untuk mengobati diabetes," kata para peneliti dalam sebuah pernyataan.

Moses dan tim menganalisis data populasi untuk semua negara di dunia, yang diperoleh dari database World Health Organization.

Mereka membagi populasi masing-masing negara ke dalam kelompok usia, dan lebih jauh ke dalam kategori indeks massa tubuh (BMI), dan melihat tren untuk membuat proyeksi.

BMI adalah rasio tinggi badan hingga berat badan yang digunakan untuk membagi orang ke dalam kategori berisiko rendah hingga tinggi untuk mengembangkan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2 dan kanker tertentu.

Seseorang dengan BMI 25 atau lebih dianggap kelebihan berat badan, dan 30 atau lebih gemuk. BMI sehat berkisar antara 18,5 hingga 24,9.

Para peneliti mengatakan mengubah gelombang pada obesitas akan membutuhkan "tindakan agresif dan terkoordinasi".

"Setiap negara berbeda berdasarkan kondisi genetik, sosial, dan lingkungan yang unik, itulah sebabnya tidak ada pendekatan `satu ukuran cocok untuk semua` yang akan berhasil," kata Moses.

"Masing-masing negara harus bekerja dengan strategi terbaik untuk mereka."

Hasil penelitian belum dipublikasikan dalam jurnal ilmiah tetapi ditinjau ulang untuk seleksi di Kongres.

Sebuah survei global pada tahun 2016 mengatakan rasio orang dewasa obesitas telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam 40 tahun sejak 1975.

Dari sekitar lima miliar orang dewasa yang hidup pada tahun 2014, 641 juta mengalami obesitas, demikian temuannya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

obesitas BMI gemuk sehat penyakit

Terkini | Sabtu, 13/06/2026 19:57 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777