https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Penanganan Akurat Cedera Bahu dan Kaki Akibat Olahraga

Eka Wahyu Pramita | Jum'at, 25/05/2018 22:55 WIB



Diagnosis yang tepat sangat penting menentukan penanganan lanjutan cedera guna meminimalkan efek jangka panjang. Diagnosis yang tepat sangat penting menentukan penanganan lanjutan cedera gunameminimalkan efek jangka panjang (Foto: Ilustrasi/Bp.blogspot)

Jakarta - Cedera bahu dapat terjadi baik pada tulang maupun otot, namun struktur tulang yang lebih keras menyebabkan cedera paling sering terjadi pada otot.

Cedera bahu ringan dapat diatasi dengan melakukan peregangan dan memaksimalkan kerja bahu melalui fisioterapi, sedangkan cedera akibat peradangan otot dapat diatasi dengan istirahat, penggunaan kompres es untuk meredakan nyeri, pemberian analgesik, serta terapi sebagai proses pemulihan bahu.

Untuk cedera bahu dengan kondisi tertentu seperti robeknya otot atau dislokasi bahu, pasien memerlukan diagnosa dan penanganan lebih komprehensif. Diagnosa dengan teknologi seperti CT Scan memberikan rekonstruksi tiga dimensi untuk memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai permasalahan yang dialami. Jika kondisinya sudah sangat serius, maka perlu dilakukan tindakan pembedahan.

Baca juga :
Minim Persiapan di ASEAN Futsal, Timnas Indonesia Tetap Percaya Diri
Masa pemulihan pascaoperasi membutuhkan waktu hingga lima bulan meliputi masa proteksi, fase mobility mengembalikan fleksibilitas bahu, fase meningkatkan kekuatan bahu, dan yang terakhir fase pasien melakukan aktivitas olahraga seperti semula, mulai dari latihan untuk non-contact sport, baru dilanjutkan latihan contact sport.

Tidak hanya tangan dan bahu, kaki juga rentan terhadap cedera olahraga, terutama bagi para pemain sepak bola dan basket. Cedera olahraga pada kaki dan pergelangan kaki yang umum terjadi di antaranya adalah robeknya ligamen pergelangan kaki, cedera tendon achilles, dislokasi tendon peroneal, dan keluhan nyeri yang berhubungan dengan kondisi flatfoot atau kaki datar.

Baca juga :
Direktur Olahraga Liverpool Ingin Hengkang Usai Mengeluarkan Dana Banyak
Sama halnya dengan cedera tangan dan bahu, penegakan diagnosis dengan memanfaatkan CT Scan, MRI, dan teknologi mutakhir lainnya juga diperlukan untuk memastikan jenis cedera dan tingkat keparahannya.

Dokter Spesialis Bedah Ortopedi Konsultan Foot & Ankle, dr. Dimas R. Boedijono, Sp. OT (K), yang berpraktik di RS Pondok Indah – Bintaro Jaya menjelaskan emeriksaan MRI dan CT Scan merupakan tindakan non-invasive untuk mengetahui kondisi ligamen pergelangan kaki pasien dan melihat apakah ada cedera lainnya yang tidak terlihat saat menggunakan modalitas radiologi konvensional seperti X-ray.

Baca juga :
Souto Fokus Bangun Generasi Baru Timnas Futsal Indonesia
"Pencitraan yang lebih baik akan dapat membantu untuk menentukan apakah memerlukan tindakan pembedahan atau cukup dengan tindakan konservatif seperti fisioterapi.” ujarnya.

Pemeriksaan MRI dilakukan apabila dicurigai terjadi cedera pada sendi, otot, ligamen, ataupun tendon untuk mendapatkan pencitraan anatomi jaringan lunak dalam tubuh dengan lebih jelas. Pemeriksaan ini dapat memberikan informasi rinci dan membantu dokter dalam menilai kondisi yang berhubungan dengan gejala, kondisi, atau cedera tertentu.

Sementara pemeriksaan CT Scan dilakukan apabila dicurigai adanya cedera pada tulang. Kemampuan CT Scan dalam mengambil gambar dari berbagai sudut, termasuk gambar kondisi patah tulang yang terjadi, membantu dokter untuk mendapatkan pencitraan dengan jelas sehingga penanganan dapat diberikan lebih cepat dan tepat.

Tindakan arthroscopy merupakan salah satu metode diagnosa dan penanganan minimal invasiveuntuk cedera serius pada bagian sendi bahu dan kaki. Tindakan ini dilakukan dengan membuat sayatan kecil untuk memasukkan kamera dan alat yang akan bekerja ke bagian persendian yang mengalami cedera.

Dengan arthroscopy, pembedahan dapat dilakukan tanpa membuat sayatan besar dengan waktu pengerjaan dan waktu pemulihan pasien yang relatif lebih cepat.

Pada beberapa kondisi seperti adanya robekan ligamen yang membuat pergelangan kaki menjadi relatif tidak stabil dan tidak bisa melakukan gerakan tertentu yang melibatkan ketangkasan, penanganan dengan metode rekonstruksi primer dapat menjadi pilihan.

Setelah dilakukan tindakan tersebut, maka diperlukan penanganan terpadu dengan bagian fisioterapi untuk mengembalikan fungsi sendi dan kebugaran pasien tersebut.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Cedera Olahraga Fisioterapi

Terpopuler

Minggu, 12/07/2026 05:05 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Spanyol

Senin, 13/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Argentina

Senin, 13/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Prediksi Starting XI Timnas Prancis vs Spanyol

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777