https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Curiga Berlebih Bisa Bikin Anak Depresi

Redaksi | Sabtu, 26/05/2018 04:54 WIB



Dalam penelitian itu juga melihat bahwa anak-anak yang mengalami tekanan dari orang tuanya sering mengalami depresi, yang ditunjukan dari kurangnya minat untuk beraktivitas.
  Ilustrasi anak-anak Depresi

Jakarta - Sebuah penelitian yang dilakukan univesitas hospital Cleveland menyebutkan bahwa mencurigai secara berlebihan anak yang masih kecil atau remaja bisa mengakibatkan terjadi depresi atau tertekan berat pada anak.

Dalam penelitian itu juga melihat bahwa anak-anak yang mengalami tekanan dari orang tuanya sering mengalami depresi, yang ditunjukan dari kurangnya minat untuk beraktivitas.

"Pada anak-anak dan remaja yang depresi, Anda mungkin melihat lebih banyak iritasi dan kehilangan minat daripada hanya kesedihan atau suasana hati yang tertekan," kata Kimberly Burkhart, seorang psikolog pediatrik di University Hospital Cleveland Medical Center.

Baca juga :
4 Anak Tewas dan Terluka Setiap Hari di Lebanon Sejak Gencatan Senjata

Menurut Burkhart, biasanya anak yang depresi akan mengalami perubahan dalam kebiasaan tidur, seperti tidur terlalu sedikit, terlalu banyak atau tidur siang lama, menghindari atau tidak menikmati kegiatan yang pernah mereka sukai, menarik diri dari keluarga dan teman-teman, kesulitan berpikir atau berkonsentrasi; dan penurunan kinerja sekolah.

Tanda-tanda peringatan lainnya termasuk perubahan nafsu makan, penurunan berat badan, kelelahan atau kehilangan energi, kurang percaya diri atau harga diri, perasaan tidak berharga atau putus asa, menyakiti diri sendiri dan pikiran berulang tentang kematian atau bunuh diri.

Baca juga :
Kemenkes Deteksi Hampir 10 Persen Anak Indonesia Alami Cemas dan Depresi

Sekitar 5 persen dari anak-anak dan remaja AS didiagnosis menderita depresi, menurut American Academy of Child and Adolescent Psychiatry.

Bukhart menambahkan Penyebabnya bisa berupa faktor eksternal, seperti stres, bullying, atau peristiwa traumatis, atau depresi atau kecurigaan padanya yang bisa terjadi di keluarga.

Baca juga :
Tak Perlu Terapi, Olahraga Mampu Redakan Gejala Depresi

"Salah satu perawatan paling efektif untuk menangani depresi pada anak-anak dan remaja adalah terapi perilaku kognitif, yang melihat hubungan antara pikiran, perasaan, dan perilaku," kata Burkhart.

Pendekatan lain termasuk latihan dan aktivasi perilaku - di mana keterlibatan pasien dalam kegiatan positif secara bertahap meningkat.

Jika depresi sedang atau berat berlanjut, dokter mungkin merekomendasikan obat antidepresan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Depresi Anak-anak Curiga

Terpopuler

Minggu, 12/07/2026 05:05 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Spanyol

Senin, 13/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Argentina

Senin, 13/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Prediksi Starting XI Timnas Prancis vs Spanyol

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777