https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Selain Makanan, Ini Penyebab Perut Buncit

Redaksi | Minggu, 10/06/2018 15:20 WIB



Kondisi tersebut terkadang dianggap masyarakat hanya disebabkan oleh pola makan yang tak teratur. Ilustrasi perut buncit

Jakarta - Perut buncit merupakan kondisi tubuh yang dialami banyak masyarakat, yang dikaitkan erat dengan penyakit pikun, diabetes, hipertensi, kanker payudara dan penyakit jantung.

Kondisi tersebut terkadang dianggap masyarakat hanya disebabkan oleh pola makan yang tak teratur, seperti memakan makanan tinggi kalori, berlemak serta makanan/minuman manis.

Namun tahukah Anda ternyata masih ada penyebab lainnya yang dapat membuat perut buncit selain makanan seperti minum alkohol dan merokok.

Baca juga :
Timwas Haji DPR Soroti Distribusi Obat dan Penguatan Layanan Kesehatan
Peneliti menyebut adanya hubungan antara perut buncit dengan alkohol dan merokok. Alkohol dapat menekan pembakaran lemak. Kalori tinggi dari alkohol disimpan sebagian menjadi lemak pada perut.

Sedangkan merokok menyebakan ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan penumpukan lemak di perut.

Baca juga :
Berbagai Hal yang Harus Dihindari saat Mengidap Penyakit TBC
Berikut beberapa penyebab perut buncit sebagaimana dilansir byebyedoctor:

Kurang Berolahraga

Baca juga :
AMI Laporkan Dugaan Korupsi Pengadaan Ambulans di Dinkes Bekasi ke KPK
Kurangnya berolahraga menyebabkan kalori yang masuk dari makanan/minuman disimpan menjadi lemak di dalam tubuh.

Kurang tidur

Kurang tidur sangat berpengaruh pada kesehatan. Kondisi ini juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan lemak di perut. Studi menunjukkan bahwa sepertiga orang yang tidur di bawah 5 jam cenderung mengalami kenaikan berat badan sebanyak 15 kg.

Hormon dan stres

Pada wanita, menopause menjadi salah satu penyebab perut buncit. Karena kondisi ini berakibat pada hormon esterogen yang menurun drastis, sehingga lemak cenderung disimpan di perut daripada di pinggul dan paha.

Hormon stres (kortisol) juga berperan pada perut buncit. Ketika Anda stres, hormon ini akan dihasilkan tubuh secara berlebih. Kondisi ini memicu lemak untuk disimpan di bagian perut daripada disebar di seluruh tubuh.

Bakteria perut

Ratusan bakteri hidup di dalam perut Anda, yang paling banyak terdapat pada usus besar. Kondisi ini normal dan membuat perut sehat. Namun peneliti menemukan bahwa orang yang obesitas memiliki lebih banyak bakteri Firmicutes, yang menyerap kalori lebih banyak dari makanan.

Bentuk tubuh

Bentuk tubuh juga berpengaruh pada terjadinya perut buncit. Tubuh berbentuk apel lebih cenderung memiliki banyak lemak viseral yang disimpan di dalam perut dibanding bentuk tubuh pir.

Keturunan/genetik

Gen adalah salah satu faktor risiko dari obesitas maupun perut buncit. Ini berpengaruh pada kecenderungan lemak untuk disimpan di bagian perut. Gen juga berhubungan terhadap penerima sinyal hormon kortisol dan leptin, yang mengatur kalori masuk dan berat badan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Tips Kesehatan Perut Buncit

Terpopuler

Minggu, 12/07/2026 05:05 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Spanyol

Senin, 13/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Argentina

Senin, 13/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Prediksi Starting XI Timnas Prancis vs Spanyol

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777