https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Warta MPR

Wakil Ketua MPR Sebut Indonesia Terancam Intervensi Asing

Mutiul Alim | Senin, 31/07/2017 05:01 WIB



Ancaman itu disebutkan, seperti adanya keinginan untuk menguasai sumber daya alam yang ada Wakil Ketua MPR Oesman Sapta

Surabaya - Di hadapan tokoh dan warga Jawa Timur dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR,  Surabaya, Jawa Timur, 30 Juli 2017, Wakil Ketua MPR Oesman Sapta menuturkan bangsa Indonesia saat ini sedang terancam oleh intervensi asing.

Ancaman itu disebutkan, seperti adanya keinginan untuk menguasai sumber daya alam yang ada, batu bara, emas, dan materi tambang lainnya. "Ada upaya besar-besaran untuk mengekspor batu bara," ujarnya.

Akibat yang demikian, menurut Oesman Sapta, mengakibatkan Indonesia kekurangan energi. "Kita kekurangan listrik jadinya," ungkapnya. Oesman Sapta menyarankan seharusnya produk batu bara diproses di dalam negeri hingga produk akhir.

Baca juga :
MPR Terapkan WFH-WFA dan Pembatasan Listrik Mulai 1 April

Ancaman yang lain diungkapkan oleh Oesman Sapta adalah, keinginan kekuatan asing merebut sektor-sektor ekonomi. Narkoba yang merajalela saat ini, disebut Oesman Sapta juga sebagai sarana untuk menghancurkan Indonesia.

"Narkoba ancaman bangsa dengan menyasar anak-anak muda. Narkoba sudah menyerang anak-anak sekolah dasar," tambahnya.

Baca juga :
Legislator PKS: Salah Langkah Diplomasi Bisa Ganggu Ekspor dan Fiskal

Untuk menangkal ancaman-ancaman tersebut, menurut Oesman Sapta, adalah dengan memegang teguh Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Narkoba tak mampu menyerang orang yang memegang teguh Empat Pilar. Bila tak ada Empat Pilar negara ini hancur," ujarnya.

Baca juga :
Pimpinan MPR Dorong Aksi Cepat Hadapi Krisis Iklim

Dalam kesempatan tersebut, Oesman Sapta menyebut masalah asal usul, warna kulit, dan perbedaan yang lain yang ada di Indonesia sudah selesai. Keragaman yang ada di Indonesia bukan barang yang baru. Oesman Sapta mengungkapkan pada jaman Nabi dulu juga ada keragaman namun keragaman itu bisa disatukan oleh Nabi dalam hidup saling menghormati dan menghargai.                       

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta MPR

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777