Anak Zinedine Zidane, Enzo Zidane (Foto: De Telegraaf)
Jakarta, Jurnas.com - Nama besar orang tua dalam sepak bola sering menjadi berkah sekaligus beban. Tidak sedikit anak pemain legendaris yang mencoba masuk ke dunia yang sama, namun gagal mencapai pencapaian sang ayah.
Ada banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi, mulai dari tekanan, ekspektasi, dan sorotan publik yang tak jarang lebih menakutkan dari lawan di lapangan.
Putra legenda Brasil, Pelé ini sempat bermain sebagai kiper profesional. Sayangnya, kariernya tidak pernah bersinar. Bahkan dia lebih dikenal karena masalah hukum dan kehidupan pribadinya ketimbang prestasi di lapangan.
Meski tampil cukup baik di Barcelona dan timnas Belanda, karier anak Johan Cruyff ini tak pernah mendekati pamor sang ayah. Banyak yang menilai kemampuannya baik, tapi bayang-bayang ayahnya terlalu besar.
Anak dari Paul Ince. Dia sempat bersinar di awal karier. Namun kariernya kemudian menurun drastis. Ekspektasi publik untuk melihatnya menjadi gelandang tangguh seperti ayahnya tak pernah terpenuhi. Kini ia bermain di klub kasta bawah.
Kehebatan Maradona mengolah bola tak pernah menurun pada sang anak. Giannina pernah menjadi sorotan media bukan karena prestasi, tapi sebagai simbol bagaimana keluarga Maradona terus berada di bawah tekanan.
Meskipun tidak bermain bola, kehidupan pribadi mereka tetap dikaitkan dengan warisan sang ayah.
Beberapa anak legenda memilih jalur yang sama namun dalam posisi berbeda. Enzo Zidane, anak Zinedine Zidane, memilih menjadi gelandang menyerang seperti ayahnya, tetapi tidak pernah menembus tim utama Real Madrid dan kini berkarier di liga yang lebih kecil.
Senin, 15/06/2026 16:22 WIB
Senin, 15/06/2026 15:59 WIB
Sabtu, 13/06/2026 06:46 WIB
Sabtu, 13/06/2026 06:26 WIB
Sabtu, 13/06/2026 05:40 WIB