Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Murat Cetinmuhurdar/Kantor Pers Kepresidenan/selebaran via Reuters)
Jakarta, Jurnas.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan semua pihak untuk menahan diri dari penyataan dan tindakan provokatif yang berpotensi meningkatkan ketegangan, menjelang penandatangan kesepakatan AS dan Iran.
"Saya menegaskan perlunya menghindari retorika, provokasi, dan tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan menjelang penandatanganan kesepakatan, serta tetap waspada terhadap kemungkinan upaya sabotase," tulis Erdogan melalui platform X.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan turut menyerukan pencegahan terhadap segala upaya yang dapat menggagalkan kesepakatan tersebut.
Fidan mengatakan Ankara menyambut baik kesepakatan yang bertujuan mengakhiri konflik antara AS dan Iran. Menurut dia, kesepakatan itu merupakan langkah penting menuju perdamaian dan stabilitas jangka panjang di Timur Tengah.
Ia berharap perundingan lanjutan antara kedua pihak dapat berlangsung secara konstruktif.
Fidan juga menyampaikan ucapan selamat kepada AS dan Iran atas kemajuan tersebut serta mengapresiasi negara-negara yang memfasilitasi proses negosiasi.
Secara khusus, ia menyoroti peran Pakistan sebagai mediator, serta kontribusi Qatar dan negara-negara lain dalam membantu tercapainya kesepakatan.
Fidan menegaskan bahwa Turkiye sejak awal aktif mendukung upaya penyelesaian krisis dan akan terus mendorong terciptanya perdamaian, ketenangan, dan stabilitas di kawasan.
Pada Minggu, Presiden AS Donald Trump dan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi memastikan bahwa penyusunan nota kesepahaman telah rampung dan dokumen tersebut dijadwalkan akan ditandatangani di Swiss pada 19 Juni.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Senin, 15/06/2026 16:22 WIB
Senin, 15/06/2026 15:59 WIB
Sabtu, 13/06/2026 06:46 WIB
Sabtu, 13/06/2026 06:26 WIB
Sabtu, 13/06/2026 05:40 WIB