https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Hari Solidaritas Asia-Afrika 24 April, Ini Sejarah hingga Tujuannya

Agus Mughni | Kamis, 24/04/2025 15:45 WIB



Hari Solidaritas Asia-Afrika 24 April, Ini Sejarah hingga Tujuannya Ilustrasi - Hari Solidaritas Asia-Afrika 24 April, ini sejarah hingga tujuannya (Foto: Museum)

Jakarta, Jurnas.com - Hari Solidaritas Asia-Afrika, yang diperingati setiap tanggal 24 April, merupakan sebuah momen penting yang tidak hanya menandai babak baru dalam diplomasi global, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai inisiator gerakan solidaritas dunia ketiga.

Hari bersejarah ini resmi ditetapkan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 2015, bertepatan dengan peringatan 60 tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA). Mengutip laman Kemendikbud, KAA menghasilkan arsip dan bukti dokumentasi yang berharga, Arsip Konferensi Asia Afrika (Asian-African Conference Archives). Pemerintah RI mendaftarkan arsip tersebut sebagai Ingatan Kolektif Dunia atau Memory of the World UNESCO pada tahun 2014 dan telah berhasil diinskripsi oleh UNESCO di tahun 2015.

Selain itu peringatan Hari Solidaritas Asia-Afrika 24 April juga menandai hari penutupan KAA, ketika para delegasi dari 29 negara Asia dan Afrika menyepakati sebuah pernyataan bersama yang dikenal sebagai Dasasila Bandung. Sepuluh prinsip ini menjadi manifestasi semangat kolektif bangsa-bangsa baru merdeka untuk menjunjung perdamaian dunia, anti-kolonialisme, dan kerja sama internasional yang berkeadilan.

Baca juga :
Buntut Insiden Bekasi, Komisi V Minta Percepatan DDT Tak Perlu Tunggu KNKT

Penetapan Hari Solidaritas Asia-Afrika juga membawa Bandung pada status istimewa, Ibu Kota Solidaritas Asia-Afrika. Kota yang dikenal dengan julukan “kota kembang” ini tak hanya menjadi latar historis penyelenggaraan KAA, tetapi juga simbol perlawanan terhadap ketidakadilan global dan perekat antarbangsa dalam lintas benua.

KAA yang digelar 18-24 April 1955 di Bandung, Jawa Barat ini merupakan salah satu tonggak sejarah paling penting di abad ke-20. Saat Perang Dingin membelah dunia ke dalam dua blok besar—Barat dan Timur—negara-negara Asia dan Afrika yang baru merdeka justru memilih jalur ketiga: menolak menjadi pion dalam perang ideologi, dan memilih solidaritas sebagai senjata utama.

Baca juga :
Komisi V ke KAI: Insiden Bekasi jadi Pelajaran, Kalau Terulang Tak Cerdas

Dengan kehadiran tokoh-tokoh besar seperti Presiden Soekarno, Zhou Enlai (Tiongkok), hingga Jawaharlal Nehru (India), konferensi ini diikuti oleh perwakilan dari 29 negara, yang pada saat itu mewakili lebih dari separuh populasi dunia.

Tak hanya bergaung di forum internasional, semangat KAA juga membentuk arah baru dalam hubungan global. Gerakan Non-Blok (GNB) yang lahir pada 1961 merupakan kelanjutan logis dari semangat Dasasila Bandung.

Baca juga :
Positif Narkoba, Masinis Tabrakan Maut di Bangkok Jadi Tersangka

Berikut adalah inti dari Dasasila Bandung yang ditetapkan dalam komunike akhir KAA: 1) Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan Piagam PBB. 2) Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua negara. 3) Mengakui persamaan semua ras dan bangsa.

4) Tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain. 5) Menghormati hak tiap bangsa menentukan nasib sendiri. 6) Tidak menggunakan perjanjian untuk kepentingan sepihak. 7) Tidak menggunakan tekanan atau agresi.

8) Menyelesaikan semua perselisihan secara damai. 9) Mengembangkan kerja sama saling menguntungkan. 10) Menjunjung keadilan dan kewajiban internasional.

Tujuh dekade setelah konferensi pertama diadakan, nilai-nilai KAA masih sangat relevan. Dunia kini menghadapi tantangan baru seperti ketimpangan ekonomi, krisis iklim, hingga eskalasi konflik geopolitik. Dalam konteks ini, semangat Bandung bukan sekadar arsip sejarah—ia merupakan kompas moral dan politik bagi negara-negara berkembang untuk tetap bersatu atau solid dan mengambil peran aktif dalam menciptakan tatanan global yang lebih adil. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Hari Solidaritas Asia-Afrika 24 April KAA Dasasila Bandung

Terkini | Senin, 22/06/2026 20:13 WIB

Terpopuler

Senin, 22/06/2026 03:03 WIB
Gaya Hidup

30 Contoh Ucapan HUT Jakarta, Cocok untuk Postingan Medsos

Jum'at, 19/06/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swedia vs Belanda

Senin, 22/06/2026 04:04 WIB
Humanika

Peringatan HUT Jakarta Setiap 22 Juni, Ini Sejarahnya

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777