https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Pengamat SDI: Karhutla Bikin Wajah Pemerintah Indonesia Tercoreng

Aliyudin Sofyan | Jum'at, 16/10/2026 10:18 WIB



Persoalan karhutla dan cara penanggulangannya yang tidak kunjung selesai telah merubah wajah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi tercoreng. Pengamat Komunikasi Politik dan founder Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih. Foto: dok. jurnas

JAKARTA, Jurnas.com - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya di Kalimantan masih terus berlangsung hingga saat ini. Dampak karhutla ini bukan hanya mengganggu masyarakat sekitar tetapi juga efek asapnya turut dirasakan dan mengganggu negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura.

Pengamat Komunikasi Politik Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih menilai bahwa efek karhutla yang sudah menjalar kemana-mana, termasuk negara tetangga, membuat citra pemerintah Indonesia tercoreng, kurang baik.

“Masalah kebakaran dan asap ini bukan hanya terjadi kali ini saja, melainkan sudah kerap terjadi di berbagai belahan wilayah tanah air. Seharusnya kita sudah cukup mengerti cara mengantisipasi dan menanganinya,” ujar Frans, Jumat (16/10/2026).

Baca juga :
AS Sanksi 11 Perusahaan yang Terkait Iran

Frans mengatakan, persoalan karhutla dan cara penanggulangannya yang tidak kunjung selesai telah merubah wajah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi tercoreng.

“Apalagi dalam beberapa pemberitaan para menteri yang terkait termasuk Badan Komunikasi belum dapat memastikan kapan masalah karhutla ini bisa teratasi,” kata Frans.

Baca juga :
Houthi Serang Istana Presiden Yaman dengan Rudal Balistik

Menurut Frans, masalah asap ini selain merusak ekosistem lingkungan juga mengganggu kesehatan masyarakat serta mengganggu laju ekonomi di daerah tersebut.

“Apabila persoalan karhutla dan asap dibiarkan berlangsung lebih lama, sangat mengkhawatirkan kehidupan masyarakat di wilayah Kalimantan dan sekitarnya,” tutur Frans.

Baca juga :
Apakah Setelah Shalat Jumat Masih Wajib Shalat Dzuhur?

“Secara komunikasi politik, persoalan karhutla dan asap yang menyebar ke berbagai wilayah dan termasuk ke negara tetangga, tidak baik bagi pemerintahan sekarang. Oleh karena itu Presiden Prabowo  harus segera menemukan cara untuk menghentikan kebakaran ini agar tidak terus berlanjut dan berlarut,” tutup Frans.

Masalah karhutla dan cara penanganannya yang berlarut telah menimbulkan komentar tidak sedap dari anggota parlemen negara lain karena mereka benar-benar merasa terganggu.

Sebelumnya, anggota parlemen Malaysia Syed Saddiq Syed Abdul Rahman pada Selasa (13/10/2026) menyerukan agar negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) mengajukan protes diplomatik kepada Indonesia karena dinilai tidak melakukan cukup upaya untuk mengendalikan karhutla.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Dampak Karhutla Frans Immanuel Saragih Indonesia tercoreng

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777