Potret konflik di Yaman, puluhan ribu warga mengungsi (Foto: Anadolu)
Jakarta, Jurnas.com - Warga sipil Yaman yang meninggalkan rumah mereka terus bertambah di tengah konflik yang masih berlangsung dan krisis kemanusiaan yang semakin memburuk dari hari ke hari, ungkap badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (7/10).
Sejak 1 Agustus, lebih dari 184.000 orang telah mengungsi di seluruh negeri, termasuk lebih dari 21.000 orang dalam sepekan terakhir saja, kata Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), mengutip data dari Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).
Menurut OCHA, PBB dan para mitra kemanusiaannya telah menjangkau lebih dari 126.000 orang dengan bantuan yang menyelamatkan nyawa. Kendati demikian, OCHA memperingatkan bahwa besarnya kebutuhan terus melampaui ketersediaan sumber daya yang ada.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan adanya kekurangan dana yang signifikan karena peningkatan jumlah pengungsi, wabah penyakit, dan konflik semakin menambah tekanan pada sistem kesehatan yang memang sudah rapuh, papar OCHA. "Kasus kolera telah melonjak tiga kali lipat dalam beberapa pekan terakhir, termasuk di kamp-kamp pengungsian, sementara campak, demam berdarah, dan malaria terus menyebar."
Jalan-jalan utama yang menghubungkan Kegubernuran Taiz dengan kota-kota besar di sekitarnya, termasuk Hodeidah, Aden, dan Sanaa, masih ditutup, kata kantor tersebut, seraya menambahkan bahwa penutupan itu sangat membatasi pergerakan warga sipil dan pasokan komersial, serta akses bantuan kemanusiaan.
Kelangkaan komoditas esensial dan pasokan medis mulai dilaporkan, disertai lonjakan tajam harga pangan dan bahan bakar, serta meningkatnya kekhawatiran terkait ketersediaan tepung, gas untuk memasak, dan obat-obatan, sebut OCHA.
Kantor tersebut menyatakan keprihatinannya atas laporan jatuhnya korban sipil, kerusakan pada properti sipil, serta meningkatnya risiko akibat bahaya bahan peledak, yang kian membatasi akses kemanusiaan dan pergerakan warga sipil secara aman.
"OCHA terus menilai dampak kemanusiaan dan menyerukan kepada semua pihak untuk melindungi warga sipil serta memfasilitasi upaya badan kemanusiaan agar dapat menjangkau mereka secara aman dan cepat dengan bantuan yang mereka butuhkan," tuturnya.
Sabtu, 26/09/2026 17:05 WIB