https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Harga Cabai Rawit Makin Pedas, BPS Ingatkan Risiko Inflasi Mengintai

Agus Mughni | Selasa, 06/10/2026 11:54 WIB



Cabai rawit, naik cukup besar di minggu pertama Oktober, kenaikannya sampai 10,21 persen Ilustrasi - cabai rawit (Foto: ISTIMEWA)

Jakarta, Jurnas.com - Harga cabai rawit mulai menunjukkan kenaikan tajam pada awal Oktober 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mengingatkan kondisi tersebut perlu diwaspadai karena jika terus berlanjut hingga akhir tahun, harga cabai berpotensi memberikan tekanan terhadap inflasi tahunan.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan bahwa harga cabai rawit mengalami kenaikan sebesar 10,21 persen pada minggu pertama Oktober 2026.

"Cabai rawit, naik cukup besar di minggu pertama Oktober, kenaikannya sampai 10,21 persen," kata Ateng di Jakarta, Senin (5/10).

Baca juga :
Hingga Agustus, Neraca Perdagangan Surplus 7,25 Miliar Dolar

Menurut Ateng, kenaikan harga cabai rawit tersebut membuat selisih harga dengan batas atas Harga Acuan Penjualan (HAP) semakin lebar. Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena tren kenaikan harga dapat berlanjut hingga akhir tahun.

Harga rata-rata nasional untuk komoditas cabai rawit mencapai Rp86.846 per kilogram pada awal Oktober 2026, sedangkan pada bulan sebelumnya Rp78.802 per kilogram. Sementara HAP untuk cabai rawit ditetapkan Rp57.000 per kilogram.

Baca juga :
Hingga Agustus 2026, Kunjungan Wisman Capai 10,58 Juta

Ateng menyebut apabila kenaikan harga cabai rawit tidak segera dikendalikan, harga pada Desember 2026 dapat semakin jauh dibandingkan posisi Desember 2025.

"Jika cabai rawit selalu meningkat maka jika dibandingkan year-on-year-nya kondisi akhir tahun Desember ini, khawatir semakin jauh dibandingkan Desember tahun 2025 yang dampaknya akan terjadi inflasi secara tahunan," jelasnya.

Baca juga :
Hari Ini, Cabai Rawit Makin Pedes Tembus Rp104.850 per Kilogram

Ateng mengatakan kondisi serupa juga perlu diwaspadai pada cabai merah. Menurutnya, kenaikan harga kedua komoditas tersebut perlu dikawal agar tidak memberikan tekanan lebih besar terhadap inflasi pada akhir tahun.

Harga rata-rata nasional untuk komoditas cabai merah mencapai Rp63.913 per kilogram pada awal Oktober 2026, sedangkan pada bulan sebelumnya Rp57.383 per kilogram. Sementara HAP untuk cabai rawit ditetapkan Rp55.000 per kilogram.

BPS mencatat kenaikan harga cabai rawit pada minggu pertama Oktober terjadi di 259 kabupaten/kota. Sementara cabai merah mengalami kenaikan di 292 kabupaten/kota.

Ateng menekankan pengendalian harga kedua komoditas tersebut menjadi penting menjelang akhir tahun. Pasalnya, apabila harga pada Desember 2026 lebih tinggi secara signifikan dibandingkan Desember 2025, kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan inflasi secara tahunan.

"Kalau tidak dikawal maka kondisi Desember 2026 akan jauh dibandingkan Desember 2025, artinya inflasi tahunannya bisa jadi terdorong naik karena cabai merah dan juga saya sebutkan tadi di cabai rawit," kata Ateng. (Ant)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Harga Cabai Badan Pusat Statistik Risiko Inflasi Cabai Rawit Cabai Merah Inflasi Tahunan

Terpopuler

Sabtu, 03/10/2026 14:10 WIB
News

MK Cari Sutanto, Pejabat yang Teken Suket Gibran

Sabtu, 03/10/2026 00:16 WIB
Humanika

3 Oktober 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777