https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Salmon hingga Alpukat Disebut Bisa Cegah Serangan Jantung, Benarkah?

Agus Mughni | Sabtu, 03/10/2026 22:54 WIB



Satu piring berisi salmon, arugula, alpukat, minyak zaitun, dan sepotong kecil cokelat hitam kerap disebut sebagai menu “anti-serangan jantung” Buah alpukat (Foto: Health)

Jakarta, Jurnas.com - Satu piring berisi salmon, arugula, alpukat, minyak zaitun, dan sepotong kecil cokelat hitam kerap disebut sebagai menu “anti-serangan jantung”.

Kombinasi tersebut memang terdiri dari sejumlah makanan yang memiliki kaitan dengan kesehatan jantung, tetapi menyebutnya sebagai makanan yang dapat mencegah serangan jantung merupakan klaim yang terlalu jauh.

Penyakit kardiovaskular berkembang selama bertahun-tahun melalui berbagai proses, termasuk penumpukan plak di pembuluh darah, tekanan darah, kadar kolesterol, peradangan, hingga pembentukan bekuan darah. Karena itu, tidak ada satu makanan atau satu kali makan yang dapat bertindak sebagai penangkal serangan jantung.

Baca juga :
Jarang Disadari, 5 Buah Ini Ternyata Ampuh Jaga Kesehatan Jantung Anda

Yang lebih penting justru pola makan yang dijalankan secara konsisten dalam jangka panjang. Bukti penelitian mengenai pencegahan penyakit kardiovaskular juga lebih banyak menilai pola makan secara keseluruhan dibandingkan manfaat satu bahan makanan.

Salah satu bukti penting berasal dari penelitian PREDIMED di Spanyol yang melibatkan orang dewasa dengan risiko kardiovaskular tinggi. Peserta yang menjalani pola makan Mediterania dengan tambahan minyak zaitun extra virgin atau campuran kacang-kacangan mengalami sekitar 30 persen lebih sedikit kejadian kardiovaskular utama dibandingkan kelompok yang menjalani pola makan rendah lemak sebagai pembanding.

Baca juga :
Studi Ungkap Risiko Penyakit Jantung Sudah Terlihat Sejak Usia 23 Tahun

Penelitian tersebut kemudian diterbitkan kembali pada 2018 setelah masalah terkait proses pengacakan peserta di sejumlah lokasi diperbaiki. Hasil utamanya tetap bertahan.

Bukti lain datang dari penelitian DASH yang menunjukkan bahwa pola makan dengan banyak sayuran, buah, dan produk susu rendah lemak, sekaligus membatasi asupan natrium, dapat menurunkan tekanan darah secara terukur.

Baca juga :
Jangan Anggap Sepele, Panas dan Dingin Ekstrem Bisa Memicu Serangan Jantung

Salmon memiliki alasan kuat untuk masuk dalam pola makan sehat jantung. Ikan berlemak merupakan sumber asam lemak omega-3 rantai panjang dan salah satu sumber makanan yang cukup penting untuk vitamin D.

Konsumsi ikan secara rutin juga dikaitkan dengan risiko kardiovaskular yang lebih rendah dan direkomendasikan dalam berbagai pedoman kesehatan.

Namun, manfaat tersebut tidak serta-merta berlaku pada suplemen minyak ikan. Bukti mengenai kapsul minyak ikan masih beragam hingga tidak menunjukkan manfaat kardiovaskular yang jelas pada populasi umum.

Penelitian besar seperti VITAL dan ASCEND, misalnya, tidak menemukan manfaat kardiovaskular dari konsumsi rutin kapsul minyak ikan pada populasi yang diteliti. Karena itu, terdapat perbedaan penting antara mendapatkan omega-3 dari ikan sebagai bagian dari pola makan dan mengandalkan suplemen.

Arugula juga memiliki dasar ilmiah untuk masuk dalam menu tersebut karena mengandung nitrat dalam jumlah tinggi. Di dalam tubuh, nitrat dapat diubah menjadi oksida nitrat yang membantu melemaskan dinding pembuluh darah.

Sejumlah penelitian terkontrol menunjukkan bahwa sayuran kaya nitrat dapat memberikan penurunan tekanan darah dalam skala kecil. Namun, menyebut arugula sebagai sumber terbaik akan berlebihan karena bit, bayam, selada, dan seledri juga mengandung nitrat dalam jumlah yang sebanding atau bahkan lebih tinggi.

Efeknya pun bersifat modest, bukan perubahan besar yang dapat dianggap sebagai perlindungan langsung dari serangan jantung.

Dari sejumlah zat gizi yang sering dikaitkan dengan menu tersebut, kalium memiliki bukti yang relatif kuat. Asupan kalium yang lebih tinggi dapat membantu menurunkan tekanan darah, terutama pada orang yang mengonsumsi banyak natrium.

Alpukat merupakan salah satu sumber kalium. Zat gizi tersebut juga dapat diperoleh dari ubi jalar, bayam, kacang-kacangan, dan pisang.

Namun, peningkatan asupan kalium tidak selalu tepat untuk semua orang. Orang dengan penyakit ginjal atau mereka yang mengonsumsi obat tekanan darah tertentu perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum meningkatkan asupan kalium karena tubuh mereka mungkin tidak dapat membuang kalium secara normal.

Benarkah magnesium bisa mencegah pengapuran arteri? Klaim mengenai magnesium sering kali dibuat lebih sederhana daripada bukti ilmiahnya. Beberapa penelitian observasional memang menemukan hubungan antara asupan magnesium yang lebih tinggi dan lebih rendahnya kalsifikasi pembuluh darah.

Secara biologis, hubungan tersebut juga masuk akal. Namun, hal itu berbeda dengan bukti dari uji klinis acak yang menunjukkan bahwa konsumsi magnesium dapat mencegah pengapuran arteri pada manusia.

Bukti untuk kesimpulan tersebut saat ini belum mapan. Karena itu, magnesium tidak seharusnya diposisikan sebagai zat yang terbukti mencegah kalsifikasi arteri.

Sementra itu, cokelat hitam memang mengandung magnesium dan flavanol yang dalam sejumlah penelitian menunjukkan efek modest terhadap fungsi pembuluh darah dalam jangka pendek.

Namun, satu potong cokelat hanya memberikan sebagian kecil kebutuhan magnesium harian. Karena itu, cokelat hitam lebih tepat dilihat sebagai pelengkap makanan, bukan strategi utama untuk menjaga kesehatan jantung.

Kacang almond, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan sayuran berdaun hijau dapat memberikan magnesium lebih banyak per porsi tanpa harus mengandalkan cokelat.

Dari mana klaim menu “anti-serangan jantung” berasal? Menu tersebut menjadi perhatian karena beredar luas di berbagai situs gaya hidup Prancis dan internasional. Versi yang banyak beredar berasal dari unggahan Instagram Eric Berg.

Berg memiliki gelar Doctor of Chiropractic, bukan dokter medis, ahli jantung, atau ahli diet terdaftar. Ia juga merupakan pendiri perusahaan yang menjual suplemen.

Pada 2000-an, regulator Virginia pernah menegur dan memberikan denda kepada Berg terkait klaim yang dinilai tidak didukung bukti ilmiah yang memadai, termasuk persoalan mengenai penggunaan gelar “doctor”.

Konten Berg juga berulang kali mendapat perhatian pemeriksa fakta karena mencampurkan informasi nutrisi yang benar dengan penyederhanaan dan klaim yang tidak didukung secara memadai. Kondisi tersebut membuat setiap klaim kesehatan yang beredar dari sumber tersebut perlu dilihat berdasarkan bukti ilmiahnya, bukan sekadar popularitasnya.

Menariknya, sebagian besar bahan dalam menu tersebut memang dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Persoalannya bukan pada salmon, arugula, alpukat, minyak zaitun, atau cokelat hitam, melainkan pada klaim bahwa satu kali makan dapat menjadi “penangkal” serangan jantung.

Jika bahan-bahan tersebut ditempatkan dalam pola makan yang dijalankan secara konsisten, susunannya memiliki kemiripan dengan pola makan Mediterania yang diteliti dalam PREDIMED.

Pola tersebut menempatkan minyak zaitun sebagai sumber lemak utama, memperbanyak sayuran dan kacang-kacangan, mengonsumsi ikan beberapa kali dalam sepekan, rutin mengonsumsi kacang, serta mengurangi daging merah dan daging olahan.

Inilah bagian yang sering hilang dalam narasi tentang makanan “anti-serangan jantung”. Penelitian tidak mengukur efek satu kali makan, melainkan pola yang dipertahankan selama bertahun-tahun.

Selain pola makan, pengurangan asupan natrium, aktivitas fisik, tidak merokok, serta pengelolaan tekanan darah dan kolesterol juga menjadi bagian penting dalam menjaga risiko kardiovaskular.

Bagi orang yang sudah memiliki faktor risiko penyakit jantung, pola pencegahan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing bersama dokter. Sebab, kebutuhan dan targetnya bergantung pada kondisi serta hasil pemeriksaan yang tidak sama pada setiap orang. (*)

Sumber Earth

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Menu Makanan Serangan Jantung Kesehatan Jantung

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777