Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi (Foto: Sputnik via Reuters)
Jakarta, Jurnas.com - Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menyerukan agar negara-negara Afrika memprioritaskan penyelesaian damai dalam menghadapi konflik dan krisis, sekaligus memperkuat institusi negara serta menghormati kedaulatan masing-masing negara.
Seruan tersebut disampaikan al-Sisi dalam pidato pembukaan Alamein Africa Forum di New Alamein, Mesir utara, Sabtu. Forum tiga hari itu mulai digelar pada Jumat dan mempertemukan sekitar 1.500 pejabat, pemimpin bisnis, investor, serta perwakilan lembaga keuangan dari berbagai negara Afrika.
“Pembangunan ekonomi tidak dapat dibangun di negara-negara yang tidak stabil, dan stabilitas bukanlah kemewahan, melainkan pilar fundamental yang dicari investor, produsen, dan petani agar mereka dapat beroperasi di lingkungan yang aman,” kata al-Sisi.
Menurutnya, persoalan keamanan di Afrika berkaitan erat dengan keberadaan negara dan institusinya. Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kedaulatan negara, mengutamakan penyelesaian damai terhadap konflik dan krisis, serta menjunjung prinsip hidup bertetangga dengan baik.
“Di seluruh benua Afrika, kami sepenuhnya memahami bahwa keamanan dimulai dengan mendukung negara nasional dan institusinya, menghormati persatuan dan kedaulatannya, memprioritaskan solusi damai untuk konflik dan krisis, serta menjunjung prinsip hidup bertetangga yang baik,” ujarnya.
Al-Sisi juga menyoroti peran sektor swasta dalam perekonomian Afrika. Ia mengatakan sektor swasta menjadi penggerak utama ekonomi benua tersebut dengan kontribusi lebih dari 70 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Afrika.
Namun, aktivitas bisnis Afrika masih banyak bergantung pada perusahaan dari luar benua. Sekitar 85 persen transaksi sektor swasta Afrika dilakukan dengan perusahaan di luar Afrika, kata al-Sisi.
Kondisi serupa terlihat dalam perdagangan antarnegara Afrika. Meski telah terdapat berbagai kesepakatan perdagangan dan pengaturan preferensial antarnegeri, perdagangan intra-Afrika dalam beberapa tahun terakhir baru menyumbang sekitar 18 persen dari total perdagangan benua tersebut.
Menurut al-Sisi, angka tersebut menunjukkan masih adanya ruang untuk memperkuat integrasi ekonomi di antara negara-negara Afrika.
Dalam pidatonya, al-Sisi juga mengaitkan kondisi Afrika dengan perkembangan global. Ia mengatakan negara-negara Afrika menginginkan dunia yang ditandai perdamaian dan stabilitas, bukan situasi ketika benua tersebut harus menanggung dampak dari krisis global yang tidak melibatkan Afrika sebagai pihak.
Ia mencontohkan krisis energi yang berdampak terhadap negara-negara Afrika melalui kenaikan harga bahan bakar dan pupuk, serta gangguan pada rantai pasokan dan pengiriman.
Al-Sisi menegaskan bahwa stabilitas menjadi salah satu fondasi penting bagi kegiatan ekonomi karena investor, produsen, dan petani membutuhkan lingkungan yang aman untuk menjalankan aktivitasnya.
Alamein Africa Forum sendiri diselenggarakan selama tiga hari dengan agenda yang berfokus pada pembangunan ekonomi dan integrasi kawasan Afrika. Forum tersebut digelar Mesir bersama African Export-Import Bank dan African Union Development Agency.
Penyelenggaraan forum di New Alamein juga merupakan bagian dari keputusan KTT Uni Afrika di Addis Ababa pada Februari lalu yang menyetujui pelaksanaan Alamein Africa Forum setiap dua tahun di New Alamein. (*)
Sumber: Anadolu
Sabtu, 03/10/2026 22:01 WIB
Sabtu, 03/10/2026 21:53 WIB
Sabtu, 03/10/2026 21:43 WIB
Sabtu, 26/09/2026 17:05 WIB