Ilustrasi serangan jantung (Foto: Pexels: Freestocks)
Jakarta, Jurnas.com - Penyakit jantung sering dianggap sebagai masalah kesehatan yang baru perlu dikhawatirkan ketika memasuki usia 40 tahun. Namun, penelitian terbaru menunjukkan tanda-tanda awal risikonya ternyata sudah dapat terlihat pada pembuluh darah sejak usia 20-an.
Studi terhadap 1.283 orang dewasa Amerika dengan usia rata-rata 23 tahun menemukan bahwa hampir 80 persen peserta sudah memiliki setidaknya satu faktor risiko yang berkaitan dengan cardiovascular-kidney-metabolic (CKM) syndrome.
Dikutip dari Earth, Sindrom CKM mencakup keterkaitan antara berat badan, tekanan darah, kadar gula darah, dan fungsi ginjal yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung serta stroke di kemudian hari.
Ini Pentingnya Belajar Adab Sejak Usia Muda
Yang menarik, semakin tinggi tingkat risiko CKM seseorang, semakin tebal pula dinding arteri yang terukur dalam pemeriksaan ultrasonografi.
Peneliti menggunakan pemeriksaan ultrasonografi pada arteri karotis, yaitu pembuluh darah di leher yang memasok darah ke otak. Ketebalan lapisan dalam dinding arteri dapat menjadi salah satu tanda awal perubahan pembuluh darah yang berkaitan dengan pembentukan plak.
Perbedaannya memang sangat kecil. Peserta dengan CKM tahap 3 memiliki dinding arteri sekitar 0,100 milimeter lebih tebal dibandingkan mereka yang berada pada tahap 0.
Sebagai perbandingan, perbedaan pada tahap 1 sekitar 0,014 milimeter dan tahap 2 sekitar 0,020 milimeter.
7 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Jantung Anda
Namun, peneliti menilai perbedaan kecil tersebut tetap penting karena penelitian sebelumnya pada kelompok usia lebih tua telah mengaitkan perubahan ketebalan dinding arteri hingga sekitar 0,10 milimeter dengan peningkatan kejadian serangan jantung dan stroke.
“Kami juga melihat perbedaan signifikan pada ukuran cedera arteri awal pada orang dewasa muda ini, yang menunjukkan bahwa mereka berada pada jalur yang lebih cepat untuk mengalami pembentukan plak dan pada akhirnya memiliki risiko lebih tinggi mengalami serangan jantung dan stroke,” kata Donald Lloyd-Jones, penulis senior penelitian.
Para peserta diklasifikasikan berdasarkan sistem CKM dari tahap 0 hingga 4. Tahap 0 berarti tidak memiliki faktor risiko, sedangkan tahap yang lebih tinggi menunjukkan semakin banyak faktor risiko atau tanda kerusakan yang terdeteksi.
Dalam penelitian tersebut, 20,7 persen peserta berada pada tahap 0. Sebanyak 40,2 persen berada pada tahap 1, 36,2 persen pada tahap 2, dan 2,8 persen pada tahap 3.
Tidak ada peserta yang berada pada tahap 4 karena tahap tersebut membutuhkan penyakit kardiovaskular yang sudah terdiagnosis.
Dengan kata lain, sekitar 80 persen peserta memiliki berat badan tidak sehat, faktor risiko yang meningkat, atau fungsi ginjal yang belum optimal ketika usia mereka rata-rata baru 23 tahun.
“Sebanyak 80 persen memiliki berat badan tidak sehat, faktor risiko yang meningkat, atau fungsi ginjal yang belum optimal pada usia 23 tahun, sebuah temuan yang sangat disayangkan,” ujar Lloyd-Jones.
Peneliti juga menggunakan Life’s Essential 8, ukuran kesehatan kardiovaskular dari American Heart Association yang menilai pola makan, aktivitas fisik, tidur, penggunaan nikotin, berat badan, kolesterol, gula darah, dan tekanan darah.
Rata-rata skor seluruh peserta adalah 69,2 dari 100. Peserta tanpa faktor risiko CKM memiliki skor rata-rata 77,6, sementara mereka yang berada pada tahap 2 memiliki skor sekitar 13,9 poin lebih rendah.
Menariknya, perbedaan skor tersebut tidak terutama berasal dari pola perilaku. Nilai pola makan dan aktivitas fisik sama-sama rendah di hampir semua kelompok, termasuk peserta tahap 0.
Perbedaan lebih besar terlihat pada indikator yang diukur secara langsung, terutama tekanan darah. Skor tekanan darah peserta tahap 0 mencapai 95,5, sementara tahap 2 hanya 65,1.
Peneliti mengakui adanya tumpang tindih antara komponen sistem CKM dan Life’s Essential 8 sehingga sebagian hubungan yang terlihat memang berasal dari faktor yang sama-sama digunakan dalam kedua pengukuran.
Temuan ini tidak berarti pemeriksaan ultrasonografi arteri karotis harus dilakukan secara rutin kepada seluruh orang dewasa muda.
Lloyd-Jones menegaskan bahwa penggunaan pencitraan arteri karotis secara rutin dalam praktik umum belum direkomendasikan, antara lain karena pemeriksaannya sulit dan hasilnya tidak mudah distandardisasi di luar penelitian.
Perhitungan risiko penyakit jantung 10 tahun dan 30 tahun menggunakan persamaan PREVENT juga belum ditujukan untuk usia 23 tahun. Persamaan tersebut dikembangkan dan diuji pada orang berusia 30 hingga 79 tahun.
Sebagai gantinya, pemeriksaan dasar seperti berat badan, tekanan darah, kolesterol, dan gula darah dapat memberikan gambaran awal mengenai kondisi kesehatan seseorang.
Pemeriksaan tersebut juga dapat membantu menemukan orang yang memiliki gangguan kolesterol bawaan dan memberikan nilai dasar yang bisa dibandingkan dengan kondisi kesehatan pada tahun-tahun berikutnya.
Ada sejumlah keterbatasan penting yang perlu diperhatikan. Peserta hanya diperiksa dalam satu kali kunjungan sehingga penelitian ini menunjukkan hubungan antara faktor risiko CKM dan ketebalan arteri, bukan membuktikan bahwa satu faktor secara langsung menyebabkan perubahan tersebut.
Kelompok penelitian juga berasal dari studi yang sejak awal lebih banyak merekrut keluarga dengan kondisi sosial ekonomi kurang menguntungkan. Sebanyak 51,6 persen peserta mengidentifikasi diri sebagai kulit hitam dan 27,1 persen Hispanik.
Karena karakteristik tersebut, hasil penelitian tidak bisa langsung dianggap mewakili seluruh populasi dewasa muda.
Peneliti juga belum mengetahui apakah dinding arteri yang lebih tebal pada usia 23 tahun nantinya benar-benar akan berkembang menjadi serangan jantung atau stroke puluhan tahun kemudian. Untuk menjawabnya, peserta perlu terus diikuti dalam jangka panjang dan diperiksa kembali.
Studi tersebut diterbitkan dalam jurnal Circulation: Population Health and Outcomes.
Sumber: Earth
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Penyakit Jantung Serangan Jantung Sindrom CKM Usia Muda

























