Sabtu, 29/08/2026 11:31 WIB

Bandara dan Istana Presiden Niger Diserang Kelompok Bersenjata





Rentetan tembakan dan ledakan mengguncang beberapa wilayah di ibu kota Niger, Niamey, pada Sabtu (29/8) pagi.

Seorang pedagang kaki lima berdiri di kiosnya di atas gerobak di pasar Dar-es-salam di Niamey pada 9 Januari 2025 (Foto: arsip AFP)

Jakarta, Jurnas.com - Rentetan tembakan dan ledakan mengguncang beberapa wilayah di ibu kota Niger, Niamey, pada Sabtu (29/8) pagi, menurut kesaksian dua wartawan Reuters di lokasi kejadian.

Seorang sumber keamanan mengonfirmasi kepada Reuters bahwa kelompok "teroris" telah menyerang Bandara Internasional Diori Hamani dan berusaha menembus perimeter keamanan di sekitar area istana kepresidenan.

Bana Wagana Ibrahim, anggota Biro Dewan Konsultatif Niger sekaligus anggota parlemen Aliansi Negara-Negara Sahel (AES), menyatakan melalui Facebook bahwa para penyerang menargetkan Pangkalan 101, sebuah instalasi militer utama di Niamey. Namun, ia memastikan aparat keamanan telah berhasil mengendalikan situasi.

"Satu lagi serangan pengecut di Pangkalan 101 dan sekali lagi pasukan pertahanan dan keamanan kami bertindak... Situasi telah terkendali," tulis Ibrahim.

Reuters belum dapat memverifikasi secara independen klaim yang disampaikan oleh sumber keamanan maupun pernyataan Ibrahim tersebut.

Sumber keamanan kedua mengonfirmasi kepada Reuters bahwa pasukan keamanan telah melancarkan operasi penyisiran dan para penyerang telah "dilumpuhkan," sementara sebagian lainnya melarikan diri. Saksi mata kedua Reuters melaporkan bahwa suara tembakan terdengar sangat gencar dan persisten di sekitar istana kepresidenan.

Suara tembakan dilaporkan kembali terdengar di sekitar bandara internasional Niamey pada pukul 02.13 GMT, menurut saksi mata pertama. Pemerintah militer Niger belum memberikan tanggapan resmi mengenai insiden ini.

Niger, negara Afrika Barat yang kaya akan sumber daya mineral seperti uranium, minyak, dan emas, telah dipimpin oleh rezim militer sejak kudeta pada Juli 2023 yang menggulingkan Presiden Mohamed Bazoum.

Sejak mengambil alih kekuasaan, junta pimpinan Jenderal Abdourahamane Tiani telah berpaling dari mitra-mitra Barat, mempererat hubungan dengan Rusia, serta bergabung dengan Mali dan Burkina Faso dalam aliansi AES—sebuah blok yang memisahkan diri dari organisasi regional ECOWAS.

Ketiga negara tersebut hingga kini masih terus berjuang melawan pemberontakan kelompok Islamis yang terhubung dengan Al-Qaeda dan ISIS, meskipun para pemimpin militer telah berjanji untuk meningkatkan stabilitas keamanan.

Gejolak keamanan ini terjadi saat junta Niger memperketat kendali atas sektor uranium nasional usai menyita aset-aset milik perusahaan asal Prancis, Orano.

Minggu lalu, pemerintah merealokasi bekas izin eksplorasi uranium milik Orano dan GoviEx kepada perusahaan-perusahaan milik negara, menurut salinan dekrit resmi.

Sebelum junta menyita aset perusahaan pada sekitar tahun 2024, Niger merupakan pemasok utama bahan bakar nuklir ke Eropa, yang menyumbang sekitar 15 persen dari total pasokan uranium Orano saat beroperasi penuh.

Awal tahun ini, serangkaian serangan mematikan telah menewaskan sedikitnya 44 warga sipil di wilayah barat daya Niger pada Maret, serta sebuah penyerangan di dekat bandara internasional Niamey pada Januari lalu.

Sumber: Arabnews

KEYWORD :

Serangan Niger Konflik Niamey Serangan Istana Niger




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :