Menteri Kebudayaan, Fadli Zon (Foto: Muti/Jurnas.com)
Jakarta, Jurnas.com - Museum Kesaktian Pancasila di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, kini hadir dengan wajah baru setelah menjalani revitalisasi sejak tahun lalu.
Pembenahan dilakukan Kementerian Kebudayaan untuk memperkuat fungsi museum sebagai ruang edukasi sejarah sekaligus menjaga bukti sejarah dan memori kolektif bangsa.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan revitalisasi museum dimulai sejak peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 2025. Pembaruan tidak hanya menyentuh tampilan museum, tetapi juga narasi, alur penyajian sejarah, hingga pemanfaatan teknologi digital.
“Kita harus menjaganya, kita melindunginya, kita merevitalisasinya, dan ini sedang berlangsung dan juga terus berlanjut, termasuk di daerah-daerah, sehingga museum-museum tersebut juga dapat menjadi pusat pendidikan, dan juga tempat bagi memori kolektif nasional,” ujar Fadli saat ditemui usai peresmian Museum Kesaktian Pancasila di Jakarta, Kamis.
Adapun revitalisasi dilakukan sejak peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun lalu, ia menyebut bahwa perubahan yang terjadi meliputi sentuhan digital yang dihadirkan, lebih interaktif, narasi lebih lengkap, urutan peristiwa yang lebih runtut berkat dukungan sejarawan yang dilibatkan.
Selain itu, museum yang dibuka untuk umum ini juga memiliki ruang relik yang berisi sejumlah bukti, benda-benda bersejarah yang menjadi saksi bisu peristiwa kekejaman PKI.
Fadli berharap museum ini dapat menjadi sumber informasi buat masyarakat umum, pelajar, mahasiswa untuk mengenal lebih dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia.
“Kami berharap masyarakat, khususnya para pelajar, mahasiswa, atau masyarakat umum, dapat mengunjungi tempat ini sebagai bagian penting dari sejarah panjang kita, dan terutama untuk mengingatkan bahwa kita telah sepakat dengan Pancasila sebagai kekuatan pengikat kita, sebagai fondasi negara dan filosofi bangsa kita,” katanya.
Sementara soal tiket masuk museum, hingga kini pihaknya akan berkoordinasi dengan TNI terkait pengelolaan museum itu.
Memasuki museum Kesaktian Pancasila, pada ruang pertama pengunjung akan disambut oleh patung Pancasila yang dipajang di dinding.
Kemudian di area berikutnya, terdapat diorama peristiwa yang menyajikan cerita dengan keterangan yang mudah dipahami, lengkap dengan tanggal dan lokasi peristiwa.
Sementara suasana museum, dihadirkan dengan nuansa gelap, sehingga mata seketika akan terfokus pada diorama yang diatur sedemikian rupa dengan tatanan lampu yang menarik perhatian.
Sabtu, 26/09/2026 17:05 WIB